Ilmuwan Mengungkap, Obat Sotrovimab Efektif Lawan Varian Omicron

Febi Anindya Kirana04 Des 2021, 14:45 WIB
Diperbarui 04 Des 2021, 14:45 WIB
perempuan suntik memakai masker

Fimela.com, Jakarta Mengingat munculnya varian baru COVID-19 Omicron yang berhasil dideteksi pertama kali di Afrika Selatan dan sudah menyebar setidaknya ke 24 negara di seluruh dunia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sepertinya para peneliti dunia juga semakin sibuk mencoba menemukan vaksin maupun obat yang bisa mengatasi varian Omicron ini.

Mengutip Liputan6.com yang melansir berita dari Reuters, produsen obat Inggris Glaxo Smith Kline (GSK) mengatakan bahwa Sotrovimab yang dikembangkan olehnya bersama AS Vir (VIR.O) efektif melawan varian Omicron.

Diketahui bahwa obat Sotrovimab diberikan melalui infus ke pembuluh darah. Obat akan mengikat virus untuk menghentikannya masuk ke dalam sel tubuh. Dalam artikel yang diterbitkan BBC pada 2 Januari 2021, uji klinis pada dosis tunggal bisa mengurangi risiko rawat inap dan kematian sebesar 79 persen pada orang dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi.

Sotrovimab digunakan untuk gejala ringan hingga sedang

perempuan memakai masker
ilustrasi sakit memakai masker/copyright by Tom Wang (Shutterstock)

Obat Sotrovimab sendiri merupakan obat kedua dari jenis pengobatan antibodi monoklonal yang secara resmi sudah disetujui oleh regulator obat Inggris.

Analisis laboratorium dan penelitian telah dilakukan kepada hamster dengan virus Omicron yang sudah direkayasa secara biologis. Hasil penelitian para ilmuwan Inggris menunjukkan bahwa antibodi atau obat Sotrovimab efektif bekerja melawan varian Omicron.

Badan Pengatur Produk Obat-obatan dan Kesehatan (MHRA) merekomendasikan obat Sotrovimab digunakan dalam waktu lima hari setelah seseorang mengalami gejala COVID-19 dan mutasinya.

Kepala Eksekutif Vir George Scangos mengungkap, efektivitas obat Sotrovimab dalam melawan varian Omicron ini bisa diandalkan karena memang sengaja dirancang dengan mempertimbangkan virus Corona COVID-19 yang bermutasi.

Sotrovimab merupakan obat COVID-19 yang efektivitasnya belum diketahui secara pasti untuk pasien infeksi parah. Melansir dari Food Drug Administration (FDA), Sotrovimab belum menunjukkan manfaat dan efektivitasnya pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan oksigen atau ventilator.

Obat Sotrovimab hanya digunakan untuk mencegah memburuknya kondisi pada pasien COVID-19. Pemberian diberikan pada tahap awal, bukan pada pasien dengan kondisi sakit berat atau kritis.

Hal yang sama dikonfirmasi oleh regulator obat Inggris (MHRA) pada 2 Januari 2021, obat Sotrovimab diizinkan untuk mengobati infeksi COVID-19 bergejala ringan, sedang, dan yang berisiko tinggi menjadi parah. Meski demikian, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

#ElevateWoman with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela