10 Penyebab Lapar Terus Menerus yang Sering Bikin Khawatir

Vania Al kautsar08 Des 2021, 12:04 WIB
Diperbarui 08 Des 2021, 12:11 WIB
Lapar - Vania

Fimela.com, Jakarta Perasaan lapar merupakan salah satu isyarat alami dalam tubuh yang membutuhkan lebih banyak makanan. Saat merasa lapar, perut biasanya akan “menggeram” dan merasa kosong, atau terkadang kita akan mengalami sakit kepala dan sulit berkonsentrasi.

Beberapa orang yang merasa lapar dapat dikarenakan saat jam makan ia tidak bergegas makan atau sebelum waktu jam makan sudah terasa sangat lapar.

Ternyata terdapat beberapa kemungkinan penjelasan mengenai penyebab lapar terus, termasuk diet yang kekurangan protein, lemak, ataupun serat. Berikut di bawah ini beberapa penjelasan mengenai penyebab lapar terus menerus:

1. Tidak Mengonsumsi Protein

steak daging sapi
Ilustrasi steak daging sapi./Copyright shutterstock.com/id/g/BirdShutterB

Mengonsumsi protein salah satu hal yang sangat penting untuk mengendalikan nafsu makan. Protein memiliki sifat pengurangan rasa lapar yang dapat membantu kamu untuk mengonsumsi lebih sedikit kalori. Jika kamu tidak mengonsumsi protein yang cukup maka akan sering merasa lapar.

Selain itu beberapa orang yang memiliki asupan protein lebih tinggi biasanya akan lebih terasa kenyang di sepanjang hari. Produk hewani, seperti danging, ungags, ikan, dan telur mengandung protein dalam jumlah tinggi. Selain itu nutrisi ini juga ditemukan di beberapa produk susu, termasuk yogurt dan susu. Serta beberapa makanan nabati seperti kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Kurang Tidur

Selain itu tidur yang cukup juga sangat penting untuk kesehatan kita. Tidur sangat diperlukan untuk berfungsinya otak dan sistem kekebalan serta tidur yang cukup juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari beberapa penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Selain itu tidur yang cukup merupakan faktor dalam untuk mengendalikan nafsu makan, karena dapat membantu mengatur ghrelin, hormon perangsang nafsu makan. Kuranf tidru menyebabkan tingkat ghrelin yang lebih tinggi, hal tersebutlah yang mungkin membuat kamu merasa lapar.

3. Terlalu Banyak Karbohidrat Olahan

makan gula
Ilustrasi makan makanan manis./Copyright shutterstock.com/g/wayhome

Karbohidrat olahan dilakukan dengan beberapa proses yang menghilangkan serat, vitamin, dan mineral. Selain itu sumber karbohidrat olahan yang paling populer adalah tepung putih, yang ditemukan di banyak makanan seperti biji-bijian, roti, dan pasta.

Namun makanan seperti soda, permen, dan olahan yang dipanggang juga dianggap sebagai karbohidrat olahan. Karena karbohidrat olahan tidak memiliki serta yang mengenyangkan maka tubuh akan mencertnanya dengan sangat cepat. Hal ini alasan utama mengapa kamu mudah lapar jika mengonsumsi karbohidrat olahan.

4. Diet Rendah Lemak

Selanjutnya lemak akan menjadi peran kunci dalam membuat kamu kenyang. Hal ini sebagian karena waktu transit gastrointestinal yang lambat dan berarti bahwa kamu membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna.

5. Tidak Minum Air yang Cukup

minum air putih
Minum air putih./Copyright shutterstock.com/g/KPG+Ivary

Hidrasi yangtepat sangat penting untuk kesehatan kamu secara keseluruhan. Minum air yang cukup akan memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan otak dan jantung serta mengoptimalkan kinerja olahraga.

Selain itu manfaat air juga dapat membuat kulit dan sistem pencernaan kamu sehat. Air putih yang cukup juga akan mengenayngkan dan berpotensi mengurangi nafsu makan saat dikonsumsi sebelum makan.

6. Diet yang Kurang Serat

Jika kamu melakukan diet maka akan kekurangan serat dan mungkin merasa lebih lapar. Mengonsumsi banyak makanan berserta tinggi tentu akan membantu kamu menjaga rasa lapar.

Makanan berserat tinggi juga akan memperlambat pengosongan lambung dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada makanan rendah serat. Selain itu asupan serta yang tinggi akan mempengaruhi pelepasan hormon penurun nafsu makan dan memprosuksi asam lemak dan membuat kamu merasa lebih kenyang.

7. Gaya Hidup

bahagia dan santai
makan es krim/bedya/Shutterstock

Jika kamu menjalani gaya hidup yang sangat sibuk, mungkin kamu merasa terganggu saat makan. Meskipun dapat menghemat waktu kamu, makan saat terganggu akan merusakn kesehatan kamu. Alasan utama ini adalah karena gangguan makanan akan mengurangi kesadaran kamu tentang beberapa banyak yang kamu konsumsi.

8. Banyak Olahraga

Orang yang sering berolahraga akan membakar banyak kalori. Bahwa seseorang yang berolahraga keras secara teratur akan cenderung memiliki metabolism yang lebih cepat, yang berarti mereka akan membakar lebih banyak kalori saat istirahat daripada mereka yang berolahraga sedang.

9. Mengonsumsi Alkohol

Minum - Vania
Ilustrasi Minum/https://unsplash.com/Giorgio Trovato

Terlalu banyak mengaonsumsi alkohol akan memberikan efek perangsangan nafsu makan. Alkohol akan menghambat hormone yang mengurangi nafsu makan seperti leptin, terutama bila dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

10.  Stress

Stress yang berlebihan juga dapat meningkatkan nafsu makan. Sebagian besar karena terdapat efek pada peningkatan kadar kortisol, hormon yang terbukti meningkatkan rasa lapar dan mengidam makanan. Beberapa perempuan yang mengalami stress akan mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari dan makan makanan yang jauh lebih manis daripada yang tidak stress.

Rasa lapar yang berlebihan merupakan tanda bahwa tubuh kamu membutuhkan lebih banyak makanan. Hal ini juga dapat diakibatkan dari hormon kelaparan yang tidak seimbang, dan dapat dikarenakan oleh pola makan yang tidak memadai serta kebiasaan gaya hidup tertentu. Ada baiknya jika kamu selalu memperhatikan pola makan agar dan gaya hidup.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
What's On Fimela