Ketahui 9 Penyebab Mood Swing yang Paling Umum Beserta Cara Mengatasinya

Imelda Rahma30 Des 2021, 11:56 WIB
Diperbarui 30 Des 2021, 13:17 WIB
Mood Swing

Fimela.com, Jakarta Mood swing atau perubahan suasana hati dapat disebabkan oleh banyak faktor, karena itulah ada kalanya kondisi ini bisa menimbulkan dampak yang serius. Hal ini terutama jika mood swing terjadi terlalu sering, berulang, atau sangat ekstrem.

Mood swing memang hal yang normal, namun jika tidak segera diatasi, perubahan suasana hati yang cenderung cepat ini dapat mengganggu aktivitas hingga kesehatan mental. Maka dari itu, sebaiknya kamu mengetahui hal-hal apa saja yang dapat memicu mood swing. 

Bahkan, mood swing yang terjadi tanpa adanya pemicu yang jelas perlu dicurigai sebagai kondisi bipolar. Konsultasi ke psikolog jika kamu mulai kesulitan mengatasinya. Jika hal ini mengganggu aktivitas, sudah saatnya kamu berkonsultasi ke dokter spesialis Kejiwaan atau psikiater.

Untuk itu, berikut Fimela.com kali ini telah merangkum 9 penyebab mood swing yang paling umum beserta cara mengatasinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Disebabkan oleh Pengaruh Hormon

Disebabkan oleh Pengaruh Hormon
Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Leah

Mood swing pada umumnya dipengaruhi oleh kondisi hormon. Hal inilah yang menyebabkan mood swing sering kali terjadi pada perempuan. Berikut beberapa penyebab mood swing karena kondisi hormon:

1. Mengalami PMS

Penyebab mood swing karena kondisi hormon yang pertama adalah PMS. Banyak perempuan mengalami sindrom pramenstruasi (PMS) beberapa hari sebelum menstruasi. Ini bisa membawa gejala seperti kram, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

PMS dapat membuat kamu merasa sedih atau murung tanpa pemicu. Bisa jadi karena kadar hormon tertentu turun pada saat itu dalam sebulan. Setelah menstruasi datang, kadar hormon mulai meningkat, yang membantu menstabilkan suasana hati kembali.

2. Kehamilan

Selain PMS, kondisi kehamilan juga bisa menyebabkan mood swing. Saat hamil, kamu menghasilkan lebih banyak hormon dari biasanya. Lonjakan hormon ini dapat memengaruhi suasana hati.

Kamu mungkin akan menangis lebih sering atau merasa kosong. Mood kamu mungkin tiba-tiba berubah dari bahagia ke sedih, lalu kembali bahagia lagi.Beberapa perempuan menjadi depresi selama kehamilan atau setelah bayi lahir, ketika kadar hormon turun dengan cepat. Jika ini terjadi, bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Menopause

Menopause juga bisa menjadi penyebab mood swing yang dipengaruhi kondisi hormon. Ketika mulai menopause, tubuh membuat hormon jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Penurunan itu dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk masalah tidur dan perubahan suasana hati.

Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang lebih sehat, lebih banyak tidur, atau lebih banyak olahraga, dapat membantu suasana hati kamu.

Disebabkan oleh Kondisi Mental

Disebabkan oleh Kondisi Mental
Ilustrasi Mood Swing Credit: pexels.com/Andrea

Penyebab mood swing juga bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi mental, salah satunya adalah gangguan bipolar. Hal inilah yang patut kamu waspadai, karena bisa berbahaya. Berikut beberapa penyebab mood swing karena kondisi kesehatan mental:

4. Gangguan Bipolar

Apabila perubahan suasana hati atau mood swing terjadi terlalu sering, apalagi dalam tingkat yang berlebihan hingga mengganggu diri dan orang lain, perlu dicurigai bahwa kamu mengalami gangguan bipolar. Untuk memastikan hal ini, kamu dapat menemui dokter atau psikolog.

5. Mengalami Stres yang Berat

Stres kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, serta membuat kamu merasa sedih dan marah. Saat stres, kamu mungkin kehilangan kualitas tidur yang dapat memengaruhi suasana hati. Olahraga adalah cara yang baik untuk meredakan stres dan membantu membuat kamu merasa lebih baik.

6. ADHD

Penyebab mood swing akibat gangguan mental sekanjutnya adalah ADHD. Jika kamu memiliki masalah attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau hiperaktif, kamu mungkin tidak dapat mengendalikan impuls dengan baik.

Kamu akan cenderung marah atau frustrasi tiba-tiba, bahkan untuk hal-hal kecil, seperti antrean panjang atau kemacetan lalu lintas. Orang dengan ADHD lebih cenderung menjadi depresi atau memiliki masalah lain yang berkaitan dengan suasana hati.

Kondisi Lain yang Menyebabkan Mood Swing

Kondisi Lain yang Menyebabkan Mood Swing
Ilustrasi Obat-obatan Credit: pexels.com/tanya

Selain perubahan hormon dan kondisi mental, ada beberapa faktor lain uang menyebabkan mood swing, diantaranya: 

7. Penyakit Tertentu

Penyebab mood swing juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menderita penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid, dan kelainan pada otak.

 

8. Makanan

Selain menyediakan energi untuk kita beraktivitas, makanan juga dapat memengaruhi mood dengan merangsang produksi dopamin. Dopamin adalah senyawa kimia dalam otak yang membuat kita merasa senang, bahagia, dan puas, untuk mendorong kita mengulang perilaku menyenangkan tersebut.

9. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab mood swing atau perubahan suasana hati.

Cara Mengatasi Mood Swing

Cara Mengatasi Mood Swing
Ilustrasi Cara Mengatasi Mood Swing Credit: pexels.com/Andrea

Setelah mengetahui beberapa penyebab mood swing yang dipengaruhi oleh kesehatan mental dan hormon pada umumnya, kamu juga perlu tahu bagaimana cara yang tepat unuk mengatasinya. Supaya tidak terjadi berkelanjutan atau secara berulang dan mengganggu rutinitas harian, berikut ini beberapa cara mengatasi mood swing yang bisa kamu terapkan:

  • Cukup tidur setiap hari, agar kadar hormon stres bisa dikendalikan.
  • Lakukan hobi yang disenangi atau bermeditasi.
  • Olahraga secara rutin dan teratur, paling tidak 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Cobalah untuk selalu berpikir positif akan segala sesuatunya.
  • Kurangi asupan kafein dan hindari minuman beralkohol.
  • Melalukan relaksasi dengan pijat.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari.
  • Carilah teman yang dapat mendengarkan keluh kesah kamu dan memberikan masukan positif.
  • Konsultasi ke psikolog jika mulai kesulitan mengatasinya.
  • Jika hal ini mengganggu aktivitas sudah saatnya anda berkonsultasi ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater.
Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela