Penelitian Ungkap Vaksin Booster Dapat Melindungi dari Varian Omicron dan Akan Disuntikan 12 Januari

Anisha Saktian Putri04 Jan 2022, 08:30 WIB
Diperbarui 04 Jan 2022, 08:30 WIB
Vaksin booster bermanfaat bagi melindungi dari varian omicron, disuntikan pada 12 Januari

Fimela.com, Jakarta Omicron tengah melanda dunia termasuk Indonesia, maka banyak cara yang harus dilakukan untuk mencegah semakin parah penyebarannya salah satunya dengan vaksin booster.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyampaikan vaksin booster merupakan cara ampuh melindungi dari infeksi varian Omicron. Hal ini pun telah dibuktikan dari penelitian yang dilakukan di Denmark.

Melansir Reuters, penelitian ini dilakukan pada 12.000 rumah tangga dengan infeksi COVID-19, termasuk 2.225 rumah tangga diantaranya dengan infeksi varian Omicron.

Para peneliti menuturkan objek penelitian baru sebatas pada penularan yang terjadi di rumah tangga. Namun hasilnya menunjukkan orang yang sudah mendapat vaksin booster 56 persen lebih kecil kemungkinannya terinfeksi dibanding yang belum menerima vaksin booster.

Penelitian lebih lanjut juga mengatakan jika sudah menerima vaksin booster tetap terkena varian Omicron, namun kecil kemungkinan untuk menularkannya kembali varian Omicron kepada anggota keluarga yang lain daripada yang belum mendapat vaksin booster.

Hasil penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan risiko rawat inap varian Omicron lebih rendah pada penderita yang sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap (2 dosis) dan vaksin booster (3 dosis).

Booster dimulai 12 Januari di Indonesia

vaksin COVID-19
ilustrasi suntik vaksin/Viacheslav Lopatin/Shutterstock

Untuk itu, presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan penyuntikan booster Covid-19 dimulai pada 12 Januari 2022.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers pada Senin siang, 3 Januari 2022.

"Vaksinasi booster ini diberikan ke golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi WHO," kata Menkes Budi melansir liputan6.com.

Vaksinasi COVID booster diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan setelah dosis ke-2.

"Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini," ujarnya.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela