Masih Diteliti, Vaksin Booster Dikabarkan Bisa Berbeda dari Dua Vaksin COVID-19 Awal

Annissa Wulan05 Jan 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 05 Jan 2022, 19:00 WIB
Masih Diteliti, Vaksin Booster Dikabarkan Bisa Berbeda dari Dua Vaksin COVID-19 Awal

Fimela.com, Jakarta Vaksin COVID-19 booster diberikan sebagai suntikan ketiga, yang jangka waktunya adalah enam bulan dari suntikan kedua. Vaksin booster memungkinkan siste kekebalan tubuh mengenali dan merespon virus dengan lebih cepat.

Dilansir dari Medical News Today, vaksin COVID-19 booster perlu diberikan karena sistem kekebalan tubuh terus berkurang seiring waktu, sekaligus sebagai antisipasi varian virus Corona yang baru. Sedangkan menurut Centers for Disease Control and Prevention, setiap peserta vaksin COVID-19 booster diperbolehkan memilih jenis vaksin yang berbeda dari dua dosis awal mereka, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Vaksinasi booster dengan jenis vaksin COVID-19 berbeda disebut sebagai dosis heterolog, sedangkan yang menggunakan jenis vaksin yang sama disebut sebagai dosis homolog. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa vaksinasi booster menggunakan jenis vaksin COVID-19 yang berbeda dengan dua dosis awal, tetap bisa menghasilkan antibodi yang baik terhadap COVID-19 dan respons sel T yang lebih tinggi, daripada menggunakan jenis vaksin COVID-19 yang sama.

 

 

Masih Diteliti, Vaksin Booster Dikabarkan Bisa Berbeda dari Dua Vaksin COVID-19 Awal

Masih Diteliti, Vaksin Booster Dikabarkan Bisa Berbeda dari Dua Vaksin COVID-19 Awal
Vaksinasi COVID-19 booster bisa dilakukan dengan jenis vaksin COVID-19 yang berbeda dengan dua dosis awal. Simak di sini penjelasannya.

Tidak hanya itu, vaksinasi heterolog juga bisa meningkatkan sel B memori, dibandingkan dengan vaksinasi homolog. Walaupun dengan bukti yang masih terbatas, ilmuwan mengatakan bahwa vaksinasi booster secara heterolog bisa dilakukan.

Menurut penelitian yang ada juga menunjukkan bahwa vaksinasi heterolog memiliki efek samping yang bisa ditoleransi, walaupun ada beberapa efek samping yang lebih parah, tapi tidak konsisten dan jarang terjadi. Ada tujuh vaksin COVID-19 booster yang telah disetujui, yaitu Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna, Novavax, Johnson & Johnson (Jansen), Curevac, dan Valneva.

Masih Diteliti, Vaksin Booster Dikabarkan Bisa Berbeda dari Dua Vaksin COVID-19 Awal

Masih Diteliti, Vaksin Booster Dikabarkan Bisa Berbeda dari Dua Vaksin COVID-19 Awal
Vaksinasi COVID-19 booster bisa dilakukan dengan jenis vaksin COVID-19 yang berbeda dengan dua dosis awal. Simak di sini penjelasannya.

CDC merekomendasikan orang-orang berusia 18 tahun ke atas harus mendapatkan vaksin COVID-19 booster, setidaknya dua bulan, setelah vaksinasi awal dengan jenis Johnson & Johnson. Atau setidaknya enam bulan setelah vaksinasi awal dengan jenis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech atau Moderna.

Beberapa manfaat mendapatkan vaksin COVID-19 booster saat infeksi varian Omicron merajalela adalah kemungkinan terinfeksi rendah, kemungkinan menularkan rendah, dan juga mengurangi risiko rawat inap. Siap untuk mendapatkan vaksin COVID-19 booster, Sahabat FIMELA?

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela