Hal-Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Flurona, Kasus Koinfeksi COVID-19 dan Flu

Annissa Wulan08 Jan 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2022, 16:00 WIB
Hal-Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Flurona, Kasus Koinfeksi COVID-19 dan Flu

Fimela.com, Jakarta Kamu mungkin juga sering mendengar tentang flurona, sebuah istilah yang menggambarkan orang yang terinfeksi virus Corona dan influenza pada saat bersamaan. Kasus ini dikonfirmasi telah muncul di Amerika Serikat, Israel, dan Brasil.

Flurona sebenarnya bukan hal baru

Istilah flurona mungkin terdengar baru dan menarik, tapi fenomenanya tidak. Saat pandemi dengan jutaan kasus baru setiap hari bertabrakan dengan influenza musiman, di antara populasi manusia di dunia yang sebagian besar tidak divaksinasi COVID-19 atau flu, masuk akal untuk menemukan pasien yang bisa tertular kedua virus pada waktu bersamaan, seperti dilansir dari huffpost.com.

Flurona bisa serius, tapi para ahli menyatakan kasusnya tidak terlalu umum sekarang

Sebagian besar orang yang terkena flu atau COVID-19 memang bisa sembut, tapi ada juga lebih dari jutaan kematian terkait COVID-19 sejak pandemi, sedangkan flu menyebabkan ributan kematian. Jadi, walaupun koinfeksi bukan hal yang baru, flurona tetap harus diwaspadai. Hal yang harus diingat juga adalah bahwa peluang terkena kedua virus secara bersamaan cukup rendah, terutama jika kamu tinggal di sekitar orang-orang yang menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

 

Waspadai gejala khas COVID-19 dan flu

Hal-Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Flurona, Kasus Koinfeksi COVID-19 dan Flu
Simak di sini beberapa fakta tentang flurona, kasus koinfeksi COVID-19 dan flu.

Gejala khas COVID-19 sama seperti selama pandemi; demam, batuk, kedinginan, nyeri otot, sesak napas, dan kehilangan indra perasa dan penciuman. Tapi ada gejala yang lebih ringan, seperti pilek atau sakit kepala.

Gejala flu sangat mirip dan seperti dicatat oleh CDC, ada banyak yang tumpang tindih. Sekali lagi, waspadai batuk, hidung tersumbat, demam, nyeri, dan kelelahan. Gejala flu biasanya muncul satu hingga empat hari setelah terpapar, sedangkan COVID-19 biasanya muncul setelah dua hingga 14 hari.

Flurona bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan

Praktik terbaik dan utama untuk dilakukan adalah untuk tetap mendapatkan vaksin untuk flu dan COVID-19, memakai masker, menjaga jarak fisik dari orang lain, mencuci tangan, tinggal di rumah saat sakit, dan mendapatkan tes COVID-19 saat merasakan gejala. Jadi, lakukan bagian yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela