Prediksi Peningkatan Kasus COVID-19 Akibat Varian Omicron

Vinsensia Dianawanti11 Jan 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 11 Jan 2022, 17:00 WIB
perempuan memakai masker

Fimela.com, Jakarta Penyebaran COVID-19 varian Omicron memasuki titik puncak di Amerika Serikat dalam waktu dekat. Berdasarkan penelitian dan laporan dari The Harvard Gazette, musim dingin kali ini akan menjadi yang paling sulit akibat merebaknya COVID-19 varian Omicron.

Laporan tersebut juga mengemukakan pendapat ahli Harvard soal adanya prediksi lonjakan dalam waktu dekat. Para ahli juga memperingatkan adanya ancaman lonjakan kasus yang dramatis dengan kapasitas rumah sakit yang kelebihan bebas, serta kematian perlahan namun melonjak.

Menurut Profesor Kedokteran Kastil William Bosworth Dan Barouch dari Harvard Medical School, ada bukti awal dalam penelitian pada hewan bahwa varian yang penyebarannya lebih cepat memang menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah. Infeksi yang terjadi terkonsentrasi di saluran pernapasan atas dan pada tingkat yang lebih rendah dari paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan pneumonia yang mengancam jiwa.

 

Pecahkan rekor kasus baru COVID-19

Ilustrasi COVID-19
Ilustrasi COVID-19 Foto oleh cottonbro dari Pexels

Hingga kini data dari Universitas Johns Hopkins pada Senin (10/1), Amerika Serikat tercatat memiliki 1.082.549 kasus baru COVID-19. Ini menjadi salah satu dari beberapa rekor yang sempat ditorehkan Amerika Seriakt dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Barouch menyebut sebagian besar warga Amerika Serikat dan populasi global mendapatkan beberapa tingkat kekebalan dari infeksi dan vaksinasi.

Simak video berikut ini

#women for women

Lanjutkan Membaca ↓
1