Waspada 7 Gejala COVID-19 Varian Omicron pada Anak, Bagaimana Mencegahnya?

Vinsensia Dianawanti13 Jan 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 13 Jan 2022, 16:00 WIB
Ilustrasi anak terkena pandemi COVID-19

Fimela.com, Jakarta COVID-19 varian Omicron yang kini merebak memiliki risiko infeksi terhadap anak-anak hingga orang dewasa. Menurut Dokter Patologi Klinik dari Siloam Hospitals Semarang dr. Nalurita Ng Sp PK, masyarakat harus semakin waspada akan setiap gejala yang mungkin terjadi pada anak terinfeksi Omicron.

“Masyarakat perlu memperhatikan MIS-C atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Children, yaitu kumpulan sindrom akibat COVID-19 pada anak-anak. Angka kejadian memang sedikit, tetapi berisiko fatal sampai kematian,” ujar Nalurita mengutip dari Liputan6.com.

Sementara itu, dikutip dari The Mirror, Dokter Umum David Lloyd dari London Utara menyebut gejala Omicron pada anak. Pada kasus awal menemukan sekitar 15 persen anak yang terinfeksi varian Omicron mengalami ruam kulit yang diikuti oleh kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.

 

Gejala Omicron pada anak

Bolehkah Si Kecil Melakukan Pengecekan Swab Tes COVID-19?
Ilustrasi anak balita (unsplash.com/Vitolda Klein)

dr. David Lloyd mengidentifikasi tujuh gejala yang timbul pada anak yang terinfeksi Omicron.

1. Anak akan mengalami kelelahan tidak biasa

2. Anak akan mengalami sakit kepala

3. Anak akan cenderung kehilangan nafsu makan

The National Health Service (NHS) merilis ada tiga gejala Omicron pada anak lainnya yang mirip dialami orang dewasa. Apa saja?

4. Anak akan mengalami batuk terus-menerus

5. Anak akan memiliki suhu tubuh cukup tinggi

6. Anak akan berisiko mengalami kehilangan indra penciuman atau rasa

Sementara pada gejala ruam kulit, dr. Lloyd pada anak yang terinfeksi Omicroon meliputi ruam mirip Chilblain atau luka kulit atau benjolan yang terjadi akibat paparan suhu dingin.

 

Ruam kulit

Pasien Omicron di Inggris dilaporkan mengalami gatal-gatal seperti ruam. Hal ini juga terjadi pada anak-anak dengan ruam yang muncul secara tiba-tiba. Bentuknya seperti benjolan yang sangat gatal.

Gejala ruam pada anak yang terinfeksi Omicron ditemukan pada telapak tangan dan kaki. Namun paling sering ditemukan di siku, lutut, punggung tangan, dan kaki.

Untuk mencegah infeksi Omicron pada anak, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, CDC, merekomendasikan tiga cara, apa saja?

 

1. Vaksinasi COVID-19

Cara ini menjadi yang utama karena dapat memperlambat penularan dan mengurangi kemungkinan muncul varian baru karena mutasi virus. Selain itu, ilmuwan meyakini vaksin COVID-19 masih sangat efektif untuk mencegah penyakit yang lebih parah, mengurangi rawat inap, dan mencegah kematian.

2. Taat gunakan masker

Tidak cukup vaksin COVID-19, pencegahan infeksi COVID-19 juga harus dibarengi dengan penggunaan masker yang taat. WHO mengatakan masker medis tiga lapis yang baik adalah terdiri dari lapisan luar yang kedap air, lapisan penyaringan dengan densitas tinggi, dan lapisan penyerap air berukuran besar untuk menyerap cairan keluar ketika batuk atau bersin.

Sementara itu, CDC juga merekomendasikan penggunaan masker medis atau bedah yang dilapisi dengan masker kain. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas filtrasi hingga 80 persen partikel.

3. Rutin tes COVID-19

Hal ini direkomendasikan CDC untuk mendeteksi Omicron melalui tes COVID-19 menggunakan PCR. CDC menegaskan penting untuk menerapkan tiga cara tersebut hingga para peneliti mengetahui pasti risiko dari Omicron.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela