5 Penyebab Dada Terasa Berat yang Patut Diwaspadai, Efek Depresi hingga Paru-Paru Robek

Imelda Rahma17 Jan 2022, 13:20 WIB
Diperbarui 17 Jan 2022, 13:58 WIB
Sesak Napas

Fimela.com, Jakarta Kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang dapat menjadi faktor penyebab dada terasa berat. Orang sering mengasosiasikan rasa berat di dada dengan masalah jantung, namun ketidaknyamanan ini bisa menjadi tanda kecemasan atau Depresi.

Perasaan berat adalah salah satu cara seseorang menggambarkan nyeri dada atau ketidaknyamanan. Dada terasa berat juga bisa artinya dada yang seperti ditekan dengan beban berat.

Tekanan dada adalah sensasi meremas, mengencangkan, meremukkan atau menekan di area dada, dengan atau tanpa nyeri. Kadang-kadang digambarkan sebagai perasaan terikat di sekitar dada atau sesuatu yang berat duduk di dada.

Untuk itu, penting bagi kamu mengetahui hal apa saja yang menyebabkan dada terasa berat. Berikut Fimela.com telah merangkum 5 penyebab dada terasa berat yang patut diwaspadai. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

1. Mengalami Serangan Panik

Mengalami Serangan Panik
Ilustrasi Mengalami Serangan Panik Credit: pexels.com/Liza

Penyebab dada terasa berat yang pertama adalah karena adanya gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan adalah suatu kondisi kesehatan mental yang menyebabkan seseorang merasa khawatir, gelisah, dan tegang. Ini juga dapat menyebabkan banyak gejala fisik.

Mengalami kecemasan bisa menimbulkan rasa berat atau sesak di dada. Gejala fisik kecemasan lainnya meliputi:

  • Ketegangan otot.
  • Berkeringat.
  • Gemetar.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Napas cepat.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Pin dan jarum.

Sebuah serangan panik melibatkan seseorang mengalami gejala-gejala ini sekaligus. Gejala serangan panik terasa intens dan membebani.

Jika seseorang belum pernah mengalami serangan panik sebelumnya, mereka mungkin salah mengira gejala yang mereka alami sebagai serangan jantung.

Mengalami serangan panik dapat membuat seseorang merasa berada dalam bahaya fisik, tetapi serangan ini tidak berbahaya secara fisik. Gejala biasanya hilang setelah 10-20 menit.

2. Efek Depresi

Efek Depresi
Ilustrasi Depresi Credit: pexels.com/Liza

Depresi adalah penyebab psikologis lain dari perasaan berat di dada. Sebuah studi tahun 2017 menemukan hubungan antara mengalami depresi dan mengalami nyeri dada berulang.

Seseorang dengan depresi mungkin mengalami gejala fisik karena depresi mempengaruhi bagaimana orang merasakan sakit. Satu teori mengatakan bahwa ini karena depresi memengaruhi neurotransmiter yang mengatur rasa sakit dan suasana hati.

Orang dengan depresi mungkin juga mengalami dada berat karena peningkatan stres yang dirasakan. Sakit dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan disertai dengan perasaan rendah diri, putus asa, bersalah, atau tidak berharga mungkin merupakan tanda depresi.

3. Alami Ketegangan pada Otot

Alami Ketegangan pada Otot
Ilustrasi Alami Ketegangan pada Otot Credit: pexels.com/Karolina

Penyebab dada terasa berat berikutnya yakni karena ketegangan otot. Nyeri dada dapat terjadi akibat ketegangan otot interkostal, yang dapat terjadi ketika seseorang melakukan peregangan berlebihan dan menarik otot yang menahan tulang rusuk di tempatnya.

Mengencangkan otot interkostal dapat memberi tekanan pada tulang rusuk dan menyebabkan rasa berat di dada.

4. Perikarditis atau Masalah Jantung

Perikarditis atau Masalah Jantung
Ilustrasi Perikarditis atau Masalah Jantung Credit: pexels.com/Giulia

Penyebab dada terasa berat selanjutnya yaitu Perikarditis. Perikarditis adalah masalah jantung yang dapat menyebabkan nyeri dada.

Perikardium adalah nama lapisan jaringan yang mengelilingi jantung. Perikarditis terjadi ketika perikardium terinfeksi dan membengkak.

Saat bengkak, perikardium bisa bergesekan dengan jantung, menyebabkan nyeri dada. Rasa sakit biasanya menjadi lebih baik ketika seseorang duduk tegak dan lebih buruk ketika mereka berbaring.

5. Paru-paru yang Robek

Paru-paru yang Robek
Ilustrasi Paru-paru yang Robek Credit: pexels.com/pixabay

Penyebab dada terasa berat selanjutnya ialah masalah paru-paru. Paru-paru yang kolaps sebagian atau seluruhnya dapat menyebabkan dada seseorang terasa berat dan nyeri.

Dikenal sebagai pneumotoraks, paru-paru yang roboh terjadi ketika udara terkumpul di ruang antara paru-paru dan dinding dada. Pneumotoraks dapat terjadi dengan sendirinya atau sebagai komplikasi penyakit paru-paru.

Selain nyeri dada, orang dengan paru-paru yang robek mungkin mengalami sesak napas.

Cara Mengobati Dada yang Terasa Berat Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Cara Mengobati Dada yang Terasa Berat Berdasarkan Faktor Penyebabnya
Ilustrasi Pengobatan Dada yang terasa Berat Credit: pexels.com/Cliff

Pengobatan untuk Penyebab yang Menyerang Psikologis

Jika dada terasa berat atau sesak adalah gejala kecemasan atau depresi, penting untuk mendapatkan bantuan untuk kondisi yang mendasarinya. Orang sering kali dapat mengatasi depresi dan kecemasan melalui kombinasi pengobatan dan terapi bicara.

Perubahan gaya hidup dan teknik manajemen stres juga dapat membantu. Ini meliputi:

  • Latihan rutin.
  • Yoga dan meditasi.
  • Makan makanan yang sehat dan seimbang.
  • Cukup tidur.
  • Penjurnalan.
  • Mencari dukungan emosional dari keluarga dan teman.

Pengobatan untuk Penyebab yang Menyerang Fisik

  • Ketegangan otot : Obat pereda nyeri, istirahat, dan kompres dapat menyembuhkan ketegangan dari waktu ke waktu.
  • Perikarditis : Seorang dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi peradangan.
  • Serangan jantung : Ini membutuhkan perawatan darurat, yang mungkin termasuk pengobatan dan pembedahan.
Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela