13 Mitos atau Fakta Bahwa Mandi Malam Penyebab Rematik yang Sering Dipertanyakan

Vania Al kautsar20 Jan 2022, 11:43 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 13:14 WIB
Mandi - Vania

Fimela.com, Jakarta Pasti kamu sering mendengar bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik, hal ini tentu akan membuat kamu bertanya-tanya apa benar bahwa mandi malam menyebabkan rematik? Selain itu ada beberapa orang yang mengatakan hal ini hanyalah mitos.

Saat bekerja seharian di luar ruangan dan bekerja lembur tentu akan membuat kita pulang dan mandi agar menyegarkan tubuh, kebiasaan mandi malam hari memang sangat tidak dianjurkan. Bukan berarti hal ini juga ada hubungannya dengan rematik yang akan kamu rasakan.

Ketika kamu mandi di malam hari terkadang akan menyebabkan kapsul sendi menjadi kesil setiap tubuh kamu disiram dengan air yang dingin. Terkadang hal ini juga akan menimbulkan rasa nyeri pada persendian dan kemungkinan akan terkena rematik. Untuk itu cari tahu di bawah ini mitos atau fakta bahwa mandi malam penyebab rematik yang sering dipertanyakan:

1. Penyakit Rematik disebabkan Mandi Malam

Mandi - Vania
Ilustrasi Mandi/https://unsplash.com/Bruce Mars

Mitos : Penyakit rematik yang mungkin kamu alami karena disebabkan sering mandi malam atau berada di ruangan ber-AC maupun bersuhu dingin.

Fakta : Ternyata mandi malam atau cuaca yang dingin tidak dapat menyebabkan penyakit rematik yang kamu rasakan. Namun, pada beberapa penderita reumatik tertentu faktor dingin ternyata juga dapat menjadi pemicu terberat terkadang akan merasa nyeri pada persendian. Hal ini dikarenakan suhu dingin akan menyebabkan terganggunya aliran sinovium yang akan merangsang nosiseptor saraf disekitarnya.

2. Rematik disebabkan Makan Sayuran

Ibu hamil makan sayur
ilustrasi/copyright shutterstock.com

Mitos : Salah satu mitos mengatakan bahwa rematik yang kamu dapatkan karena mengonsumsi makan sayuran hijau serta kacang-kacangan.

Fakta : Padahal sayuran hijau dan kacang-kacangan tidak menyebabkan nyeri sendi. Satu-satunya penyakit rematik yang berhubungan dengan makanan yaitu mengonsumsi alkohol, kerang, serta daging merah dalam jumlah yang besar, hal ini terkadang akan mengalami penyakit asam urat atau gout.

3. Rematik Karena Keturunan

Tua - Vania
Ilustrasi Tua/https://unsplash.com/Nick Karvounis

Mitos : Ada salah satu mitos yang mengatakan bahwa seseorang yang mengalami rematik ini dapat dikarenan penyakit keturunan atau faktor genetik.

Fakta : Penyakit rematik ternyata tidak diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak, meskipun terkadang hal ini karena beberapa jenis penyakit rematik yang terdapat beberapa faktor genetik yang akan mempengaruhi kecenderungan keturunan.

4.  Rematik Tidak dapat Disembuhkan

Mitos : Bahwa penyakit rematik tidak ada penyembuhan yang dapat dilakukan.

Fakta : Penyebab penyakit rematik yang biasanya dialami tentu akan bervariasi dan beberapa dari itu belum diketahui penyembuhan aupun penyebabnya.

Namun, ternyata banyak faktor yang akan mempengaruhi timbulnya penyakit rematik dan beberapa lainnya dapat dicegah agar tidak merasakan nyeri sendi atau memperparah penyakit lainnya. Seperti, menjaga berat badan, olahraga, menghindari Stress, dan lainnya.

5. Rematik penyakit Orang Tua

Rematik - vania
Ilustrasi Rematik/https://www.shutterstock.com/Photoroyalty

Mitos : Rematik hanya akan menyerang orang tua atau seseorang yang memiliki usia 35 tahu lebih, hal ini tidak akan terjadi pada remaja.

Fakta : Memang rematik didominasi oleh orang tua atau seseorang yang memiliki umur 35 lebih, tapi ternyata remaja maupun anak-anak juga dapat terkena rematik. Misalnya, rheumatoid arthritis juga akan menyerang anak-anak, selain itu tidak semua orang tua akan mengalami rematik.

6. Rematik Menyerang Sendi

Mitos : Bahwa rematik yang kamu rasakan tentu akan memperparah bagian sendi dan tulang.

Fakta : Semua jaringan di sekitar persendian ternyata juga dapat menyebabkan rematik, seperti tulang, otot, tendon, dan lain-lain. Selain itu hal ini juga akan memberi gejala seperti kelelahan, lemas, dan demam.

7. Rematik Hanya Menyerang Perempuan

Rematik - vania
Ilustrasi Rematik/https://www.shutterstock.com/Studio Romantic

Mitos : Laki-laki akan lebih jarang terkena rematik daripada perempuan.

Fakta : Tak hanya perempuan yang akan mengalami penyakit rematik, ternyata laki-laki juga akan sering menderita artritis gout. Sedangkan perempuan akan menderita lupus, ostreoarthritis, dan rheumatoid arthritis.

8. Obat Tradisonal Ampuh untuk Rematik

Mitos : Hanya obat tradisional yang aman dan lebih efektif untuk penyembuhan rematik.

Fakta : Tidak ada bukti ilmiah bahwa obat tradisional (obat herbal, gelang magnet, sengatan lebah, makan tripang, dll) yang akan menyembuhkan rematik. Beberapa diantaranya mungkin seperti obat herbal akan membahayakan tubuh dan dapat menyebabkan komplikasi serta pendarahan pada lambung.

9. Mengompres Cara Ampuh

rendam kaki
Ilustrasi merendam kaki./Copyright shutterstock.com/g/newafrica

Mitos : Kompres air hangat akan lebih baik daripada menggunakan air dingin untuk penyakit rematik.

Fakta : Hal ini ternyata tergantung dari penyakit rematik yang kamu alami, jika terdapat beberapa tanda peradangan seperti kemerahan, bengkak, nyeri tekanan, dan lainnya maka mengompres menggunakan air dingin akan mengurangi rasa nyeri.

Apabila kamu merasakan osteoarthritis dan ketegangan otot, ada baiknya untuk mengompres dengan air hangat yang akan merelaksasi dan mengurangi rasa sakit.

10. Sandal khusus Rematik

Mitos : Ada beberapa sandal khusus penyakit rematik yang memiliki tonjolan, hal ini dibuat untuk memijat titik-titik tertentu di telapak kaki dan menyembuhkan rematik.

Fakta : Tidak ada bukti ilmiah bahwa benjolan pada sandal yang kamu pakai untuk jalan dapat menyembuhkan penyakit rematik yang kamu alami. Bahkan pada beberapa keadaan tertentu seperti radang jaringan justru yang akan memperburuk penyakit.  

11. Harus Banyak Gerak

Keram kaki
Ilustrasi Keram Kaki/https://www.shutterstock.com/Maridav

Mitos : Jika terdapat nyeri pada persendian maka harus digerakan, jika tidak akan menjadi kaku bahkan lumpuh.

Fakta : Bila nyeri yang kamu rasakan sangat sakit maka harus diistirahatkan, setelah tidak merasakan sakit yang berlebihan ada baiknya untuk melakukan olahraga maupun latihan. Ada baiknya jika kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa yang cocok dengan rematik yang kamu alami.

 

12. Penyakit Rematik Bukan Masalah Serius

Rematik - vania
Ilustrasi Rematik/https://www.shutterstock.com/Fizkes

Mitos : Rematik bukan masalah yang serius dan hal ini akan sangat wajar terjadi oleh banyak orang, selain itu banyak obat bebas yang digunakan untuk mengobati masalah ini.

Fakta : Justru sebaliknya, penyakit rematik ini merupakan masalah yang sangat serius dan jangan dianggap sebagai penyakit biasanya. Beberapa penyakit ini akan menyebabkan kecacatan, bahkan membahayakan nyawa, maka dari itu penyakit rematik membutuhkan penanganan yang tepat.

13. Pijat Lebih Efektif

Pijat - Vania
Ilustrasi Pijat/https://unsplash.com/Alan Caishan

Mitos : Pijat refleksi ternyata dapat menyembuhkan rematik yang kita rasakan, daripada berobat menggunakan pil maupun lainnya.

Fakta : Ternyata belum terdapat bukti secara ilmiah bahwa pijat refleksi akan menyembuhkan berbagai permasalah rematik yang dirasakan. Pijat ini mungkin menjadi salah satu terapi alternatif, karena dapat mengurangi ketegangan otot serta persendian yang kaku.

Gejala pada setiap individu tentu akan sangat berbeda, seperti nyeri dan kaku pada persendian saat pagi hari atau melakukan aktivitas. Terkadang juga akan mengalami gejala radang sendi serta peradangan bahkan demam. Kamu juga perlu mengurangi beberapa makanan seperti jeroan, seafood, dan minumam beralkohol yang akan memicu purin serta olahraga ringan juga dapat mengurangi risiko tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela