Ketahui 5 Penyebab Batuk di Malam Hari Beserta Cara Mengobatinya

Imelda Rahma27 Jan 2022, 14:17 WIB
Diperbarui 27 Jan 2022, 16:14 WIB
Penyebab Bronkitis

Fimela.com, Jakarta Batuk adalah kondisi alami dari dalam tubuh, untuk mengeluarkan zat atau partikel asing yang ada di dalam saluran pernapasan. Sebenarnya batuk adalah penyakit ringan, tetapi jika dibiarkan terus-menerus, maka batuk akan menyebabkan komplikasi penyakit serius.

Beberapa orang mengalami batuk di malam hari yang dapat mengganggu tidur dan merusak jam istirahat. Batuk yang terjadi bisa batuk kering atau batuk berdahak. Batuk pada malam hari bisa menandakan sebuah gangguan kesehatan.

Ketika berbaring, lendir dalam sinus dapat menetes ke bagian belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis.

Untuk lebih jelasnya, berikut kali ini Fimela.com akan mengulas 5 penyebab batuk di malam hari beserta cara mengobatinya. Dilansir dari beragam sumber, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

1. Mengalami Postnasal Drip

Mengalami Postnasal Drip
Ilustrasi Batuk Credit: pexels.com/Andrea

Postnasal drip merupakan kondisi di mana adanya lendir ekstra yang dirasakan di belakang hidung dan tenggorokan. Lendir yang menetes ke tenggorokan bisa menggelitik ujung saraf dan memicu batuk.

Kadang batuk ini lebih buruk di malam hari. Ini karena lendir lebih mudah menetes saat berbaring. Postnasal drip biasanya terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak lendir dari biasanya. Kondisi ini bisa terjadi ketika menderita pilek, flu, atau alergi.

2. Terkena Asma

Asma
Ilustrasi Asma Credit: pexels.com/Edward

Penyebab batuk di malam hari berikutnya adalah karena asma. Asma umumnya menyebabkan saluran udara membengkak dan menyempit, sehingga sulit bernapas. Batuk kronis terutama kering adalah gejala umum. Batuk seringkali lebih buruk pada malam hari dan dini hari.

Selain itu, nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan mungkin menyertai asma. Tidak ada penyebab tunggal yang diidentifikasi untuk asma. Sebagai gantinya, peneliti percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik, alergi, infeksi virus, hingga kebersihan.

3. Penyakit GERD

Penyakit GERD
Ilustrasi Penyakit GERD Credit: pexels.com/Andrea

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit refluks asam kronis. GERD dapat terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan memicu refleks batuk.

GERD merupakan penyebab paling umum kedua dari batuk kronis. Batuk biasanya berupa batuk kering yang bisa terjadi pada malam hari. Ini karena asam lambung dapat naik ketika seseorang berbaring untuk tidur di malam hari.

4. Pneumonia

Pneumonia
Ilustrasi Pneumonia Credit: pexels.com/Andrea

Batuk pneumonia diawali dengan batuk kering yang setelah beberapa hari berubah menjadi batuk basah dengan lendir berwarna kuning, hijau, atau merah. Gejala tambahan termasuk demam, kedinginan, sulit bernapas, dan nyeri saat bernapas dalam atau batuk.

Pneumonia adalah infeksi pada satu atau kedua paru-paru. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan peradangan di kantung udara di paru-paru yang disebut alveoli. Alveoli akan terisi dengan cairan atau nanah, sehingga seseorang bisa sulit bernapas.

5. Batuk Rejan

Batuk Rejan
Ilustrasi Batuk Rejan Credit: pexels.com/Mojca

Batuk rejan merupakan infeksi pernafasan yang serius dan biasanya disebabkan oleh jenis bakteri yang disebut Bordetella pertussis. Infeksi ini menyebabkan batuk yang hebat dan tidak terkendali yang membuat seseorang sulit bernapas.

Gejala awal batuk rejan mirip dengan flu biasa: pengap, pilek, mata berair, demam, dan batuk. Tetapi setelah sekitar satu minggu tanda-tanda batuk klasik muncul, dengan batuk sangat kuat sehingga bisa menyebabkan muntah.

Cara Mengobati Batuk di Malam Hari

Cara Mengobati Batuk di Malam Hari
Ilustrasi Mengonsumsi Teh Credit: pexels.com/Hatice

Jika kamu mengalami batuk di malam hari, kamu tidak perlu khawatir karena ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. Adapun beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan diantaranya:

1. Meninggikan Kepala

Batuk sering menjadi lebih buruk di malam hari karena seseorang berbaring telentang. Lendir dapat menggenang di belakang tenggorokan dan menyebabkan batuk. Tidur dengan kepala terangkat dengan ganjalan beberapa bantal dapat mengurangi postnasal drip dan gejala GERD.

2. Berkumur Menggunakan Air Garam Hangat Sebelum Tidur

Air garam dapat meredakan sakit tenggorokan atau teriritasi. Ini juga dapat membantu menghilangkan lendir dari bagian belakang tenggorokan. Campurkan satu sendok teh garam dengan segelas air hangat dan pakai untuk berkumur sebelum tidur.

3. Menggunakan Humidifier

Udara kering dapat memperburuk batuk, maka dari itu, kamu disarankan untuk menggunakan humidifier agar kelembapan udara terjaga selama tidur. Menambahkan kelembaban dengan metode ini dapat membantu menenangkan tenggorokan dan mencegah batuk.

4. Kurangi Alergen

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang umumnya tidak berbahaya. Pemicu alergi yang umum adalah jamur, bulu hewan peliharaan, dan debu. Bersihkan kamar dari debu dan alergen lain yang berpotensi menyebabkan alergi.

5. Meminum Teh dan Madu

Madu merupakan penekan batuk yang efektif. Teh panas dengan madu dapat menenangkan tenggorokan, mengurangi iritasi, dan mengendurkan lendir. Madu akan melapisi tenggorokan, mencegah iritasi yang dapat menyebabkan batuk.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela