Perhatikan Sekitarmu, Ini 5 Tanda Seseorang Tumbuh Dengan Gangguan Kecemasan

Fimela Reporter16 Mei 2022, 17:15 WIB
Diperbarui 16 Mei 2022, 17:15 WIB
Depresi atau Gangguan Cemas

Fimela.com, Jakarta Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah salah satu gangguan mental yang membuat penderitanya terus menerus merasa khawatir dan takut akan berbagai hal. Rasa khawatir dan takut yang berlebihan dan tidak bisa dikontrol membuat penderitanya mengalami kesulitan saat melakukan berbagai hal dan aktivitas sehari-hari. Gangguan kecemasan adalah kondisi yang tidak bisa didiagnosa sendiri, seperti halnya gangguan mental lainnya.

Walaupun begitu, berikut adalah beberapa tanda seseorang mungkin saja tumbuh dengan gangguan kecemasan. Saat orang sekitarmu memiliki beberapa tanda dibawah ini, tidak ada salahnya untuk menghubungi profesional untuk mendapatkan bantuan. Jangan langsung mendiagnosa sendiri, ya!

1. Hidup di lingkungan yang berantakan

Sedang Merasa Cemas
Ilustrasi Kecemasan Credit: unsplash.com/Kinga

Lingkungan yang berantakan dalam hal ini bukan mengacu pada lingkungan tempat tinggal dengan berbagai barang yang berserakan, ya! Dalam hal ini, lingkungan yang berantakan mengacu pada kondisi lingkungan sosial yang tidak berfungsi dengan sempurna, contohnya adalah anggota keluarga yang tidak utuh. Anggota keluarga yang tidak utuh dapat menyebabkan seseorang tumbuh dengan beberapa aspek kebutuhan yang tidak terpenuhi, seperti kebutuhan afeksi. Hal ini dapat membuat seseorang tumbuh dengan kondisi emosional yang tidak stabil dan menjaga jarak dengan orang lain sebagai bentuk perlindungan dari rasa sakit yang mungkin muncul dari orang lain.

2. Terus menerus khawatir dan berpikiran negatif

Tanda lain seseorang tumbuh dengan gangguan kecemasan adalah ia terus menerus merasa khawatir hingga sulit untuk merasa tenang dan santai. Sebenarnya, perasaan khawatir adalah salah satu perasaan yang wajar dirasakan oleh manusia. Tetapi, saat perasaan khawatir tersebut terus menerus muncul hingga akhirnya mengganggu proses bersosialisasi dan berperilaku seseorang, maka hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa seseorang tumbuh dengan gangguan kecemasan. Perasaan khawatir yang terus menerus muncul dan tidak dapat dikontrol dapat membuat seseorang terus berpikiran negatif. Mereka memikirkan berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam hidup mereka.

3. Sulit berkonsentrasi

Rasa khawatir dan takut yang terus menerus muncul tanpa bisa dikontrol dapat membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi. Seseorang yang tumbuh dengan gangguan kecemasan akan memikirkan hal yang mungkin terjadi di masa depan, hingga akhirnya hal tersebut membuat mereka sulit berkonstrasi saat melakukan sesuatu. Pikiran mereka akan terus melayang ke berbagai hal karena rasa khawatir dan takut yang tidak bisa dikontrol. Hal tersebut terjadi sebagai bentuk pertahanan diri atas berbagai hal yang mungkin akan menyakiti dirinya di masa depan.

4. Reaksi tubuh yang berlebihan

ilustrasi kecemasan
ilustrasi kecemasan (sumber: freepik)

Ini adalah salah satu tanda yang membedakan kecemasan dengan gangguan kecemasan. Saat seseorang tumbuh dengan gangguan kecemasan, rasa khawatir dan takut tidak hanya mengganggu proses bersosialisasi dan berperilaku, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh pengidap gangguan kecemasan. Rasa khawatir dan takut yang berlebihan dapat membuat tubuh memberikan reaksi, seperti pusing, insomnia, mual, dan berkeringat dingin. Saat reaksi tubuh ini sering terjadi hingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari, maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional.

5. Selalu merasa lelah

Kelelahan adalah tanda umum dari gangguan mental, termasuk gangguan kecemasan. Saat seseorang tumbuh dengan gangguan kecemasan, mereka akan tetap merasa lelah walaupun mendapatkan tidur yang cukup. Mereka merasa tidak memiliki cukup energi dan motivasi untuk melakukan berbagai hal. Gangguan kecemasan membuat tubuh seseorang berada dalam mode bertahan hidup setiap saat. Sehingga, seseorang dengan gangguan kecemasan akan menghabiskan energi nya dengan terus menerus merasa waspada. Hal tersebut yang kemudian membuat seorang pengidaap gangguan kecemasan terus menerus merasa lelah walaupun tidak melakukan apa-apa dan mendapatkan cukup istirahat.

Saat kamu merasa orang disekitarmu atau dirimu sendiri memiliki tanda-tanda diatas, jangan langsung mendiagnosa diri sendiri, ya! Gunakan tanda-tanda diatas sebagai acuan untuk meminta bantuan tenaga profesional, karena selayaknya gangguan mental lainnya, gangguan kecemasan adalah kondisi yang membutuhkan diagnosa tenaga profesional. 

 

Ditulis oleh: Savitri Anggita Kusuma Wardani

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela