Cari Tahu Kebenaran di Balik 6 Mitos Seputar Tidur

Fimela Reporter26 Mei 2022, 10:15 WIB
Diperbarui 26 Mei 2022, 10:15 WIB
Ilustrasi tidur

Fimela.com, Jakarta Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia yang utama untuk dapat bertahan hidup. Selain untuk melepas penat, tidur dibutuhkan agar otak mampu mencerna dan memproses berbagai informasi setelah seharian penuh beraktivitas. Jika mendapat tidur yang cukup, maka otak akan mampu bekerja secara optimal, kita juga akan hidup lebih bahagia. Tetapi, saat kita tidak mendapatkan cukup waktu untuk tidur, akan muncul berbagai gangguan karena adanya ketidakseimbangan hormon dan waktu yang disebabkan oleh kurangnya waktu tidur. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan tidur, ya!

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidur memegang peranan penting dalam hidup manusia sebagai makhluk hidup. Sehingga, akan lebih baik jika kita mengetahui fakta-fakta dibalik berbagai mitos seputar tidur agar tidak ada salah pengertian tentang tidur. Berikut adalah beberapa mitos seputar tidur yang harus diketahui kebenaraannya.

1. Menonton di kamar sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih santai

Menonton Film Terbaru
Ilustrasi Menonton Film Credit: freepik.com

Menonton serial yang kita sukai tentu dapat membantu tubuh menjadi lebih santai. Tetapi, ketika hal tersebut dilakukan sebelum tidur, maka dapat berpengaruh buruk pada pola tidur. Cahaya yang dihasilkan oleh layar televisi atau gawai dapat menjadi tanda untuk tubuh maupun otak agar kita tetap terjaga. Sehingga, otak akan memerintahkan tubuh untuk tetap terjaga dan bersiap untuk memulai aktivitas. Jadi, aktivitas menonton serial atau film sebelum tidur sangat tidak direkomendasikan karena dapat berpengaruh buruk pada pola tidur.

2. Berbaring di kasur dengan mata tertutup sama baik nya dengan tidur

Tidur adalah salah satu proses aktif yang dialami oleh tubuh. Saat seseorang tidur, mereka akan melalui berbagai tahapan sehingga tidur akan semakin dalam dan nyenyak. Diantara berbagai tahapan tersebut, beberapa kali kita akan terbangun sesaat. Biasanya tahapan tidur ini terjadi dalam kurun waktu satu setengah jam dan akan terus berulang tiga sampai lima kali hingga akhirnya kita terbangun di pagi hari. Jadi, situasi berbaring di kasur dengan mata tertutup sama sekali tidak mampu menggantikan kualitas tidur malam hari yang baik.

3. Saat tidak bisa tidur, lebih baik untuk tetap di kasur dan berusaha untuk tidur

Saat seseorang memiliki kesulitan tidur, akan lebih baik jika mereka tidak terlalu memikirkannya dan memaksakan diri untuk segera tidur. Tekanan dan paksaan untuk segera terlelap hanya akan membuat tekanan darah naik dan tubuh semakin stres serta tegang. Hal tersebut tentunya akan membuat seseorang akan semakin sulit untuk tidur. Hal yang dapat dilakukan adalah tetap santai dan jangan terlalu mengkhawatirkannya. Cobalah untuk tetap di kasur beberapa saat. Jika masih tidak bisa tidur, akan lebih baik untuk beralih dari kasur agar tubuh tidak mengasosiasikan kasur dengan tekanan serta stres karena tidak bisa tidur.

4. Idealnya waktu tidur orang dewasa adalah 5 jam

Tidur - Vania
Ilustrasi Tidur/https://unsplash.com/Zohre Nemati

Mitos ini sepenuhnya adalah mitos, ya! Menurut penelitian, sebagian besar orang dewasa membutuhkan waktu tidur minimal 6 jam. Jika memaksakan diri untuk tidur dibawah 6 jam setiap harinya, maka hal tersebut akan berpengaruh buruk pada kinerja otak. Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa mereka baik-baik saja tidur selama 5 jam atau kurang. Tetapi, kebanyakan orang tersebut akan mengalihkan jam tidur mereka pada akhir pekan atau tidur siang. Jadi, para ahli tetap merekomendasikan 7-8 jam waktu tidur untuk orang dewasa.

5. Tubuh dan otak akan beradaptasi pada kondisi kurang tidur

Sama seperti mitos sebelumnya, mitos kali ini juga hanya sekedar mitos. Sama pentingnya dengan konsumsi makanan yang seimbang, kita juga membutuhkan waktu tidur dan aktivitas yang seimbang. Berdasarkan penelitian, semakin kita kurang tidur, maka aktivitas dan kegiatan sehari-hari kita akan semakin tidak optimal. Jadi, tubuh dan otak tidak akan pernah bisa beradaptasi pada kondisi kurang tidur. Berbagai masalah dan gangguan kesehatan akan terus muncul dari kondisi kurang tidur, seperti sulit fokus, sakit kepala, dan lain-lain.

6. Tidur bisa dilakukan kapan saja

Tubuh dan otak kita memiliki jam nya masing-masing untuk mengatur fungsi masing-masing organ. Sehingga tanpa kita sadari, tubuh dan otak sudah dapat menentukan sendiri kapan waktu terbaik untuk tidur dan kita tidak bisa mengganggu gugat hal tersebut. Tidur adalah proses aktif yang terjadwal. Proses aktif tersebut tidak terjadi begitu saja. Sehingga, saat seseorang tidak tidur sama sekali saat malam hari, mereka akan merasa semakin mengantuk saat waktu semakin larut.

 

Ditulis oleh: Savitri Anggita Kusuma Wardani

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela