9 Penyebab Kencing Terus Menerus dan Cara Mengatasinya

Vania Al kautsar28 Mei 2022, 06:56 WIB
Diperbarui 28 Mei 2022, 07:10 WIB
Buang Air Kecil - Vania

Fimela.com, Jakarta Setelah minum air putih yang cukup banyak, setelah makan, atau mungkin akan tertidur biasanya kita akan lebih sering membuang air kecil. Sering buang air kecil dari biasanya merupakan hal yang sangat wajar dan biasa, karena setiap perempuan memiliki jadwalnya masing-masing akan tetapi umumnya buang air kecil sehari adalah 6-8 kali.

Jika dalam sehari kamu lebih sering buang air kecil maka menandakan adanya gangguan kesehatan, akan tetapi jika kamu mengalami gejala seperti demam atau sensasi terbakar saat buang air kecil maka hal ini menandakan adanya kondisi lain.

Buang air kecil setelah minum atau bangun tidur merupakan hal normal, akan tetapi bagaimana jika kamu terlalu sering buang air kecil di setiap waktunya? Berikut beberapa penyebab kencing terus menerus dan cara mengatasinya yang perlu kamu tahu:

1. Minum Terlalu Banyak Cairan

minum air putih
ilustrasi dehidrasi/photo created by jcomp - www.freepik.com

Saat kamu merasa dehidrasi tentu tubuh akan membuang apa yang tidak digunakan, seara alami akan menyebabkan kamu buang air kecil lebih sering. Kebutuhan hidrasi akan berbeda tergantung pada tingkat aktivitas dan lingkungan kamu saat ini. Tetapi jika kamu lebih sering buang air kecil, bisa jadi hal ini menandakan bahwa kamu lebih sering minum banyak cairan dari yang dibutuhkan.

2. Mengkonsumsi Alkohol, Kafein, atau Diuretik Lainnya

Alkohol - Vania
Ilustrasi Alkohol/https://unsplash.com/Kelsey Knight

Dierutik adalah sesuatu yang membuat kita lebih sering buang air kecil dari biasanya, mungkin akan lebih sering dikenal dengan dierutik umum yaitu alkohol (bir, anggur, minuman keras) dan kafein (kopi, teh, atau pop). Pemanis buatan ternyata dapat bertindak sebagai diuretik, begitupula dengan beberapa minuman asam yang mengandung lebih banyak buah jeruk dan tomat.

3. Infeksi Saluran Kemih

infeksi saluran kencing
Ilustrasi infeksi saluran kencing/https://www.shutterstock.com/Emily frost

Kebanyakan dari perempuan setidaknya memiliki satu infeksi saluran kemih di beberapa titik, Infeksi Saluran Kemih akan terjadi ketika bakteri atau sesuatu yang lain menginfeksi bagian dari sistem kemih yang meliputi kandung kemih, uretra, dan ginjal. Selain sering kencing, tanda lain dari hal ini adalah demam, rasa terbakar saat buang air kecil, urin yang berubah-warna dan terus menerus ingin buang air kecil.

4. Vaginitis

BAB - Vania
Ilustrasi BAB/https://www.shutterstock.com/Pixel-Shot

Dengan vaginitis, vagina, atau vulva, biasanya kita akan menjadi lebih meradang dan sakit. Ada beberapa alasan untuk kondisi umum satu ini yang diketahui banyak penyebabnya termasuk infeksi. Seiring dengan nyeri dan ketidaknyamanan genital, sering buang air kecil bisa menjadi tanda lain dari bvaginitis.

5. Kandung Kemih yang Aktif

BAB
Ilustrasi BAB/https://www.shutterstock.com/ANN PATCHANAN

Kandung kemih yang terlalu aktif merupakan salah satu kondisi yang sama sekali berbeda, hal ini biasanya akan membuat seseorang lebih sering buang air kecil daripada biasanya. Kandung kemih yang aktif juga dapat memoengaruhi siapa saja akan tetapi lebih sering terjadi kepada orang tua.

6. Sistitis Interstisial

Miss V - Vania
Ilustrasi Miss V/https://www.shutterstock.com/vimolsiri.s

Sistitis interstisial yaitu ketika otot-otot di dalam dan di sekitar kandung kemih menjadi teriritasi. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi kondisi ini mempengaruhi lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Gejalanya juga dapat datang dan pergi, intensitasnya juga sangat bervariasi dari setiap orang.

7. Batu Kandung Kemih

Miss V 2
Ilustrasi Miss V/https://www.shutterstock.com/New Africa

Mirip dengan batu ginjal, batu kandung kemih biasanya akan muncul ketika mineral alami dalam utin yang bergabung bersama untuk membentuk gumpalan kecil dank eras. Biasanya mereka akan cenderung lebih umum pada laki-laki dan juga dapat terjadi pada perempuan. Selain harus sering buang air kecil, mungkin kamu akan mengalami rasa panas saat buang air kecil yang disertai dengan rasa tidak nyaman di perut.

8. Kehamilan

kehamilan
Ilustrasi perempuan hamil/copyright freepik.com/senivpetro

Mungkin kehamilan yang dapat mempengaruhi buang air kecil pernah kamu dengar, akan tetapi perempuan hamil memang lebih lebih buang air kecil dari biasanya. Rahim yang membesar tentu akan memberi tekanan pada kandung kemih dan dapat menyebabkan kandung kemih lebih sering kosong.

9. Stres dan Kecemasan

Stress - Vania
Ilustrasi Stress/https://unsplash.com/Yuris Alhumaydy

Sering buang air kecil terkadang bisa menjadi suatu respons terhadap perasaan khawatir atau gugup yang sedang kita alami, meski tidak diketahui dengan jelas mengapa mungkin hal ini akan melibatkan reaksi melawan atau lari alami tubuh saat mengalami stres. Jika kamu mengalami kecemasan dalam kehidupan rumah, pekerjaan, sosial, atau dimanapun tentu akan mngalami Stress maka dari itu mulai olah stress dan kurangi rasa stress yang kamu alami.

Cara Mengatasi Kencing Terus Menerus

miss v
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Siriluk ok

Ada beberapa pengobatan rumahan yang dapat kamu coba untuk mengatasi masalah satu ini, berikut caranya:

  • Menghindari minum cairan sebelum tidur.
  • Mengurangi alkohol, kafein, pemanis buatan atau makanan dan minuman yang asam.
  • Melakukan latihan dasar oanggul untuk membantu kekuatan dan kesehatan otot panggul.
  • Mencoba teknik latihan kandung kemih, seperti buang air kecil dengan interval tetap secara bertahap meningkat.

Buang air kecil yang terlalu sering mungkin tidak baik untuk kesehatanmu karena masalah satu ini dapat menandakan adanya kesehatan yang mendasarinya. Jika kamu lebih sering buang air kecil dari hari biasanya dan disertai dengan gejala demam, ada baiknya untuk periksa ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat.

Lanjutkan Membaca ↓
1