Jakarta Metaverse Jadi Melting Pot Ekraf Ibu Kota, Bangkitkan Kolaborasi Lintas Sektor Kreatif

Hilda Irach27 Agu 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 27 Agu 2021, 12:30 WIB
Jakarta Metaverse Jadi Melting Pot Ekraf Ibu Kota, Bangkitkan Kolaborasi Lintas Sektor Kreatif

Fimela.com, Jakarta Komite Ekraf Jakarta (KE JKT) resmi menggelar Jakarta Metaverse hari ini, tepatnya 27-29 Agustus 2021. Jakarta Metaverse merupakan sebuah gerakan dan melting pot yang diinisiasi oleh para pelaku ekonomi kreatif di Jakarta dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi bangsa.

Mengusung tema ‘The New Age of Creative Economy’, Komite Ekraf Jakarta berupaya menghadirkan sebuah babak baru Ekraf DKI Jakarta. Tujuannya yakni untuk mengajak para pelaku ekraf beradaptasi, berinovasi agar dapat menciptakan suatu kreasi baru, kesempatan baru, dan terciptanya ekosistem ekonomi baru.

“Kami yakin dengan semangat pergerakan ini dapat mengakselerasi kebangkitan ekonomi Jakarta yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” kata Ketua KE JKT Diaz Hensuk dalam pertemuan virtual Jakarta Metaverse, (27/8/2021).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi yang luar biasa dalam membangun resiliensi dan ekonomi sumber daya manusia di sebuah kota.

“Di DKI Jakarta sendiri yang merupakan pusat creator Tanah Air tentu memerlukan adanya terobosan signifikan. Untuk menciptakan ekonomi baru yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, DKI Jakarta akan menjadi poros penggerak pembangkitan ekonomi nasional yang dapat menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Serta mensejahterakan masyarakat,” kata Sandiaga Uno.

Jakarta Metaverse akan berupaya dorong perspektif ekonomi baru

Jakarta Metaverse Jadi Melting Pot Ekraf Ibu Kota, Bangkitkan Kolaborasi Lintas Sektor Kreatif
Komite Ekraf Jakarta harapkan Jakarta Metaverse memicu kolaborasi dan perspektif baru ekonomi. (dok.Jakarta Metaverse).

Diaz menyampaikan, Jakarta Metaverse akan berupaya mendorong perspektif ekonomi baru melalui panel diskusi, keynote, dan juga penggalangan dana, yang secara langsung melibatkan inovator dan kreator di industri ekraf, secara inklusif.

"Melalui Jakarta Metaverse kami berupaya menciptakan perspektif baru yang berdampak positif terhadap kemajuan industri ekraf di Jakarta. Sekaligus menjadi bagian dari dasar rancangan diskusi pengembangan peta jalan Ekraf DKI Jakarta kedepannya," tuturnya.

Hadirnya Jakarta Metaverse ini diharapkan tidak hanya memicu inovasi tetapi terobosan baru agar terciptanya ekonomi ekraf yang lebih sehat.

“Harapannya adalah terciptanya banyak kesempatan baru dalam penciptaan bisnis, akses terhadap jaringan, dan inovasi. Sehingga ekosistem Ekraf di DKI Jakarta akan semakin baik dan sejahtera kedepannya,” ucap Diaz.

Jakarta Metaverse menghadirkan lebih dari 80 pembicara lintas subsektor ekonomi kreatif selama 3 hari. Ada juga 25 panel diskusi yang terbagi dalam 2 panggung.

Adapun para pengisi acara yang hadir di antaranya Irawan Karseno, Ari Juliano, Cahyadi Wanda, Shawn Liem, Ade Putri, Diaz Hensuk, Elwin Hendrijanto, Chitra Subyakto, Diana Nazir,  Kukuh Rizal, Wilson Tjandra, Antonny Liem, hingga Hadi Ismanto.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela