Alasan Mutasi Covid-19 Omicron Diawasi Ketat WHO Menurut Menkes Budi

Novi Nadya29 Nov 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 29 Nov 2021, 18:30 WIB
Jangan Sampai Anak Tertular Dari Baju Ayahnya, Ikuti Aturan Berpakaian yang Tepat Selama Pandemi Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Varian baru Covid-19 Omicron menjadi variant of concern (VoC) WHO dengan cepat. Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan varian baru tersebut diawasi secara ketat untuk mengetahui perkembangannya.

Mantan Wakil Menteri BUMN ini memaparkan, Omicron dilaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) pada 9 November 2020. Pada 24 November 2021, Badan Kesehatan Dunia atau WHO melakukan investigasi.

Dua hari setelahnya atau 26 November 2021, WHO menetapkan Omicron menjadi varian of concern (VoC). Varian ini tidak seperti varian lainnya yang melalui status variant of interest (VoI) terlebih dulu.

"Kenapa ini (Omicron) menjadi variant of concern cepat? Karena dia mutasinya sangat banyak dan mutasi-mutasi yang berbahaya dari varian-varian sebelumnya ada di sini," kata Menkes dalam konferensi pers daring, Jakarta, Minggu (28/11/2021) melansir dari Liputan6.com.

 

Mutasi Omicron Dibagi 3 Kelompok

Omicron tercatat memiliki 50 mutasi, 30 di antaranya ada di spike protein atau mahkota virus. Banyak dari mutasi itu mengadopsi keburukan dari varian Alfa, Delta, dan Gamma.

Dia menyebut, mutasi yang ditemukan di Omicron merupakan mutasi terburuk yang pernah teridentifikasi pada varian Alfa, Beta, Delta, dan Gamma.

Mutasi pada Omicron pun dibagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, kelompok mutasi yang yang meningkatkan keparahan. Kedua, meningkatkan transmisi penularan. Ketiga, menurunkan antibodi atau efikasi vaksin.

"Untuk kelompok pertama belum ada konfirmasi. Kedua dan ketiga, kemungkinan besar iya, tapi belum konfirmasi," ujar Budi.

#ElevateWomen 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela