Presiden Jokowi Singgung Hukuman Kasus Asabri hingga Jiwasraya di Hari Anti Korupsi Sedunia

Anisha Saktian Putri09 Des 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 09 Des 2021, 16:17 WIB
Presiden Jokowi Singgung Hukuman kasus Asabri hingga Jiwasraya di Hari Anti Korupsi Sedunia(Foto: BPMI Setpres)

Fimela.com, Jakarta Setiap tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia 2021). Korupsi merupakan hal yang sangat merugikan perorang hingga negara.

Untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia , Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun hadir di Gedung Merah Putih KPK, Rasuna Said, Jakarta, Kamis, 9 Desember 2021 didampingi Ketua KPK Firli Bahuri.

Jokowi membuka peringatan Hakordia 2021 dengan tema 'Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi' tersebut. Dalam acara tersebut, Jokowi juga menyinggung tuntutan hukuman mati Terhadap terdakwa kasus korupsi PT ASABRI.

"Dalam kasus ASABRI 7 terdakwa dituntut mulai dari penjara 10 tahun sampai hukuman mati serta uang pengganti hukuman negara mencapai belasan triliun rupiah," ucap Jokowi pada Kamis (9/12/21), melansir liputan6.com.

Kasus korupsi di tahun 2021

Ilustrasi menghitung keuangan
Ilustrasi menghitung keuangan (Foto:Shutterstock).

Jokowi juga mengatakan ada sejumlah kasus korupsi di tahun 2021 yang berhasil ditangani aparat hukum.

Misalnya saja, para terpidana Jiwasaraya telah dieksekusi penjara oleh kejaksaan. “Dua diantaranya divonis penjara seumur hidup dan aset sitaan mencapai Rp 18 triliun dirampas untuk negara,” ujar Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia tersebut mengapresiasi penanganan kasus BLBI.  

"Satgas BLBI juga bekerja keras untuk mengejar hak negara yang nilainya mencapai Rp 110 triliun. Mengupayakan agar tidak ada obligor dan debitor yang luput dari pengembalian dana BLBI," katanya.

Jokowi juga mengatakan pemberantasan korupsi tidak hanya identik dengan penangkapan saja. Sebaiknya, diberantas hingga akar masalah hingga pencegahan. Karena itu, penanaman budaya anti korupsi sejak dini merupakan bagian penting dari pemberantasan korupsi. Membangun kesadaran diri adalah kunci mental anti korupsi.

"Pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental, jika kita dapat cegah, kepentingan rakyat dapat terselamatkan. Saya perlu mengingatkan aparat penegak hukum bahwa masyarakat menunggu hasil nyata dari pemberantasan korupsi yang dampaknya dapat langsung mereka rasakan melalui terwujudnya pelayanan publik yang lebih mudah dan terjangkau, bertambah dan berlimpahnya lapangan kerja baru, serta harga kebutuhan pokok yang lebih murah," ujarnya.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela