Jokowi Ungkap Konsep Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur yang Ramah Lingkungan

Anisha Saktian Putri21 Jan 2022, 11:30 WIB
Diperbarui 21 Jan 2022, 11:30 WIB
Jokowi Ungkap Konsep Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur yang Ramah Lingkungan

Fimela.com, Jakarta Ibu kota Indonesia yang baru berada di Kalimantan Timur, pada Senin (17/1/2022) Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah memilih nama baru untuk ibu kota tersebut, yaitu Nusantara.

Hal tersebut pun diungkap oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Menurutnya, ibu kota baru dengan nama Nusantara dipilih karena kata tersebut sudah populer, hingga sudah dikenal di Internasional.

"Saya baru mendapatkan konfirmasi dan perintah langsung dari Bapak Presiden pada Jumat dan beliau mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," kata Suharso dalam rapat kerja bersama Pansus IKN, Senin (17/1/2022), melansir Liputan6.com.

Setelah terpilihnya nama ibu kota baru tersebut, Jokowi pun memiliki keinginan membangun istana negara dan sejumlah gedung pemerintahan yang berlokasi di kebun raya atau di dalam hitam yang diberi nama Negara Rimba Nusa.

"Ibu kota baru itu di dalam konsepnya," ujar Jokowi dalam sesi jumpa temu dengan pemimpin redaksi media, dikutip dari Liputan6.com.

Ramah lingkungan

Ilustrasi mobil ramah lingkungan
Ilustrasi mobil ramah lingkungan yang berkendara di jalur berliku/Shutterstock.

Lewat konsep ibu kota di dalam hutan, Jokowi juga ingin dikelola dengan siste, ramah lingkungan. Misalnya saja dengan sistem kelistrikan yang bakal bersumber dari Sungai Kayan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan.

75 persen ibu kota baru ini kawasan hijau terutama di wilayah pemerintahan, 100 persen penduduk dapat mengakses ruang terbuka 100 persen penduduk dapat mengakses ruang terbuka hijau rekreasi dalam 10 menit, 100 persen konstruksi ramah lingkungan untuk setiap bangunan bertingkat institusional, komersial, dan hunian.

Selain itu, instalasi kapasitas energi terbarukan akan memenuhi 100 persen kebutuhan energi Ibu kota, 60 persen peningktan efisiensi energi dalam bangunan umum yang baru pada 2045, serta Net zero emissions 2045.

Populasi yang tidak terlalu padat

jenis sekolah
Anak sekolah./Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Jokowi membandingkannya dengan daerah khusus ibukota (DKI) saat ini, Jakarta yang punya luas wilayah minim namun terlampau padat. Nantinya, Jokowi ingin bisa membatasi total penduduk di ibu kota baru.

"IKN itu luasnya 256 ribu hektar, Jakarta hanya 56 ribu hektar. Penduduk kita batasi maksimal hanya 1,5 juta (jiwa)," ujar Jokowi.

Adapun secara rencana, ibu kota baru nantinya akan dibangun dan diisi bertahap oleh sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di beberapa instansi pemerintah prioritas, seperti Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan.

Jokowi juga ingin menjamin calon penduduk ibu kota baru dengan adanya berbagai fasilitas bertaraf internasional, seperti sarana/prasarana untuk rumah sakit.

Untuk, perumahan yang adil dengan perbandingan 1:3:6 untuk jenis perumahan mewah, menengah, dan sederhana.

#womenforwomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela