WNA Jadi Pasien Terbanyak pada Lonjakan Kasus COVID-19 di Bali

Vinsensia Dianawanti04 Jul 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 14:30 WIB
Ilustrasi pariwisata Bali

Fimela.com, Jakarta Lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi di Bali. Kembalinya wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Bali menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Gubernur Bali I Wayan Koster meminta masyarakat agar tidak panik meski terdapat peningkatakn kasus COVID-19 selama dua pekan terakhir.

"Saya merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam kasus ini, yang sembuh juga meningkat dan yang meninggal hampir tidak ada, sudah nol," katanya di Denpasar, mengutip dari Liputan6.com.

Dari data statistik Satgas COVID-19 Provinsi Bali pada Jumat (1/7), terdapat penambahan 70 kasus positif COVID-19. Temuan kasus ini cenderung fluktuatif.

 

Kebanyakan pasien adalah WNA

Meski demikian, tidak ada penemuan COVID-19 Omicron jenis baru. Para penderita juga tidak mengalami kondisi berat bahkan ada beberapa yang tanpa gejala. Sejumlah pasien COVID-19 di Bali kebanyakan bukanlah warga asli Bali.

Warga Negara Asing atau WNA menjadi penyumbang kasus positif COVID-19 di Bali. Mereka hendak kembali ke negaranya dan melakukan tes COVID-19. Hasilnya kebanyakan positif COVID-19 sehingga harus menjalani masa karantina di Bali.

"Kunjungan wisatawan mancanegara yang sekarang mencapai tujuh sampai delapan ribu (orang, red.) dalam satu hari. Ada negara yang masih memberlakukan balik harus tes PCR dan ketika balik positif, sekitar 10 tapi tidak pernah di atas 20 orang. Kalau dibandingkan dengan yang datang saya kira itu persennya sangat kecil," ujar dia, dikutip Antara.

 

Mencapai angka vaksinasi tertinggi di Indonesia

Pencapaian vaksinasi yang semakin penguat menjadi alasan warga Bali tidak perlu panik akan lonjakan kasus COVID-19 di wilayah tersebut. Koster mengungkapkan Bali telah mencapai angka 71 persen vaksinasi COVID-19. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi di Indonesia.

"Masyarakat sudah nyaman jadi merasa tidak perlu lagi 'booster' (vaksinasi penguat, red.). Vaksin satu 105 persen, vaksin kedua 97 persen, 'booster' lebih dari 70 persen. Targetnya sebenarnya adalah sama seperti vaksin kedua 97 persen," kata dia.

Gubernur Bali Koster mengaku telah melakukan koordinasi dengan bupati, wali kota, dan aparat terkait dengan target vaksinasi penguat agar mencapai 80 persen pada akhir Juli 2022.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela