Cacar Monyet Dilaporkan Banyak Terjadi Pada Kelompok Gay dan Biseksual, Tapi Monkeypox Bukan Penyakit Menular Seksual

Novi Nadya03 Agu 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 08:00 WIB
Virus Cacar Monyet

Fimela.com, Jakarta 98 persen temuan cacar monyet atau monkeypox terjadi pada gay dan pria biseksual. Hasil studi yang dipublikasikan The New England Journal of Medicine melibatkan 528 partisipan di 16 negara.

Karena pria gay berada pada risiko tertinggi infeksi, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan agar mereka membatasi jumlah pasangan seksualnya. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta para pria gay untuk berpikir ulang dan mempertimbangkan kondisi terkini untuk melindungi diri sendiri dan mempertimbangkan kondisi saat ini. 

Sebab itu, banyak anggapan yang beredar jika cacar monyet merupakan penyakit menular seksual. Lantas bagaimana fakta dan penjelasannya?

 

Terjadi Karena Kontak Erat

Monkeypox
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. Credits: pixabay.com by TheDigitalArtist

 

Penjelasan lainnya disampaikan oleh perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI), DR dr H Prasetyadi Mawardi, SpKK. Ia kembali menekankan jika kasus pada populasi yang terkonsentrasi pada kelompok tertentu terjadi karena kontak eratnya. Hal itu akan memudahkan terjadinya infeksi monkeypox.

Sebelumnya, dokter spesialis penyakit dalam Robert Sinto juga menjelaskan mengapa penyakit ini dihubungkan dengan penyakit menular seksual. Ia ingin menggarisbawahi jika hubungan seksual atau hubungan apapun yang memiliki kontak erat potensial tertular. 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela