3 Tipe Pendiri Startup di Beberapa Negara Asia

Karla Farhana02 Apr 2016, 17:40 WIB
Diperbarui 02 Apr 2016, 17:40 WIB
3 Tipe Pendiri Startup di Beberapa Negara Asia

Fimela.com, Jakarta Setiap negara memiliki tren bisnis yang berbeda. Karena itu, Tech in Asia berpikir kalau para pendiri startup dan pengusaha muda di setiap negara pun memiliki karakter yang berbeda.

Seorang ilustrator Tech in Asia, Kathrina Rakhmavika lantas berbincang-bincang dengan para penulis untuk mencari tahu bagaimana kecenderungan para pengusaha di beberapa negara. Penasaran? langsung saja simak bahasannya di bawah ini. 

China. Di China, semua orang menggunakan aplikasi chat yang bukan hanya bisa mengirim pesan. Tapi juga mengirim suara. Mereka menganggap, dengan mengirim voice note pengiriman pesan akan menjadi lebih cepat dan efektif. Selain itu, aplikasi chat di China juga bisa digunakan untuk membayar apa pun, termasuk roti untuk sarapan pagi. Para pengusaha setiap hari memeriksa Facebook untuk mencari tahu apa yang sedang tren di bidang teknologi di seluruh dunia. 

Startup di China. | via: fastcompany.net

Jepang. Pengusaha muda di Jepang sangat unik. Kebanyakan, mereka lulusan Universitas Tokyo, Waseda, dan Keio. Biasanya mereka membawa kartu nama ke mana-mana, supaya mudah untuk memberikannya kepada para investor yang mereka temui. Tak seperti karyawan kantoran, mereka merasa bangga dengan baju mereka yang penuh dengan gaya. 

Startup di Jepang. | via: lockerdome.com

India. Teknologi di India nampaknya berkembang dengan sangat pesat. Para pengusaha muda di India biasanya lulusan dari kampus di Amerika. Tapi, mereka kembali ke India dan tinggal di Bangalore. Bukan hanya di Indonesia, mereka juga menggunakan banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membeli baju, mencuci baju pula, pesan makan siang, dan lain-lain. Hampir semua, tulis Tech in Asia, India punya aplikasinya. 

Startup di India. | via: huffpost.com