'Sentuhan' Islam di Jantung Amerika Serikat

Asnida Riani16 Jun 2016, 21:08 WIB
[Bintang] Amerika Serikat

Bintang.com, Jakarta Sejak 9/11, harmoni Islam dan Amerika Serikat mungkin tak pernah sama lagi. Islamophobia menyebar, menimbulkan teror dan kecemasan tak hanya bagi non-muslim, namun juga penganut agama mayoritas di Indonesia tersebut. Meski demikian, bukan berarti Islam sama sekali meninggalkan negeri paman sam.

Masih berdiri kokoh di Embassy Row, Washington Islamic Center merupakan bukti konkrit eksistensi muslim di Amerika Serikat. Berada tepat di jantung ibu kota, masjid di Islamic Center ini merupakan hasil gotong-royong sejumlah bangsa. Tak heran kalau perpaduan berbagai budaya kentara terlihat.

 

A photo posted by Angel (@angelmaxx) on

 

 

A photo posted by ★B Breezy☆ (@crete_livin) on

Diarsiteki seorang Italia, dihias ragam tulisan kaligrafi oleh pekerja Mesir, bentangan karpet dari Iran, kubah 'milik' Malaysia, kaca jendela patri khas Maroko, Turki dengan lantai biru, serta kaca kuning kepemilikan Iran, Masjid Washington Islamic Center nampak menawan tanpa kesan berlebih.

Di samping ibadah, seperti kebanyakan kawasan Islamic Center lain, di sini pun berlangsung sejumlah kegiatan pendidikan agama dan diskusi. Dengan langit-langit tinggi dan pilar yang terlihat menyangga di sejumlah sudut, Masjid Washington Islamic Center nampak megah nan memesona.

Punya menara tunggal yang menjulang tepat di tengah bangunan, masjid ini telah jadi persinggahan banyak pihak, termasuk turis, musafir, warga lokal, serta sejumlah 'orang penting'. Masjid Washington Islamic Center ini jadi bukti 'sentuhan' Islam belum sirna di negeri adidaya.

 

A photo posted by acosimar (@acosimar) on

 

 

A photo posted by Howard O (@howardo) on

 

 

A photo posted by kschwitz (@kschwitz) on