Sukses

Lifestyle

Editor Says: Kata-Kata Bisa Menjadi Senjata

Fimela.com, Jakarta Berkomunikasi merupakan sebuah hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu berkomunikasi dengan teman, relasi, dan pacar. Cara berkomunikasi yang paling sederhana adalah berbicara.

Akan tetapi perlu diketahui, saat sedang berbicara, seseorang tidak hanya mengungkapkan rangkaian-rangkain kata. Namun ada kekuatan tersendiri yang dapat mempengaruhi, mengubah, dan meyakinkan orang lain untuk melakukan sesuatu hal.

Kata-kata kadang bisa menyakitkan. (via advancingsteps.com)

Bisa dibilang ucapan mempunyai pengaruh yang sangat besar. Walaupun terlihat sederhana, akan tetapi ucapan kadang dapat menjadi sebuah 'senjata'. Bahkan ia bisa lebih tajam dari sebuah pisau.

Ia sangat tajam, bahkan dapat membuat sebuah luka yang parah. Kadang satu kata bisa merubah yang awalnya baik menjadi buruk. Hati adalah bagian yang mendapat serangan paling parah. Bahkan sayatan-sayatan perkataan dapat meninggalkan rasa sakit hati yang cukup dalam.

Hati-hati dengan perkataanmu. (via pinterest.com)

'Kamu bodoh', 'Kamu tidak berguna', ketika mendengar kata-kata itu, seperti sebuah anak panah yang lepas dari busur dan menembus hati orang yang mendengarkannya. Orang yang awalnya setia bisa berubah menjadi benci. Semangat yang sudah membara bisa sirna entah kemana. Rasa hormat pun bisa menjadi rasa benci.

Walaupun hanya sebuah ucapan, akan tetapi memerlukan waktu yang lama untuk menyebuhkan luka yang ditinggalkannya. Apalagi kata-kata tersebut dihujamkan berkali-kali.

Ucapan Kasar kepada Anak-Anak

Terkadang orangtua kerap kali kehilangan kesabaran menghadapi kenakalan sang anak. Berbagai macam cara dilakukan orangtua untuk meredam kenakalan anak. Mulai dari membentak, ancaman, bahkan kekerasan secara fisik.

Menjadi orangtua memang dibutuhkan kesabaran ekstra. Menjadi sebuah tanggung jawab yang besar agar orangtua dapat mengendalikan anaknya. Akan tetapi bukan dengan kekerasan fisik dan kata-kata yang kasar untuk mengendalikan anak.

Ilustrasi kata-kata kasar pada anak. (romatoday.it)

Di umur yang masih belia, anak-anak butuh waktu untuk dapat memahami segala sesuatu. Bila Anda terpaksa harus memarahi anak untuk menunjukkan ketegasan Anda, sebisa mungkin Anda dapat mengendalikan emosi.

Ketika seorang anak menerima kata-kata kasar dari orangtuanya. Maka hal itu akan tertanam dalam benak mereka. Bahkan mereka bisa-bisa tidak menaruh rasa hormat kepada orangtua. Dan efek yang lebih parah adalah mereka akan menirukan hal tersebut kepada orang lain.

Kata-kata kasar dapat membuat anak menjadi minder. (iStock Photo)

Jangan sekali-sekali mengucapkan 'Dasar bodoh' kepada anak Anda. Seorang anak yang kerap mendapatkan kata-kata ini akan menjadi pribadi yang minder dak tidak memiliki percaya diri yang tinggi. Ia akan merasa bahwa dirinya memang bodoh dalam mengerjakan sesuatu.

Secara garis besar, kata-kata kasar yang keluar dari mulut itu bagaikan kutukan. Anda marah menghadapi tingkah laku anak merupakan hal yang wajar. Anda hanya manusia biasa yang tak luput dari salah. Akan tetapi cobalah untuk mengendalikan emosi Anda. Jangan sampai kesalahan Anda dalam mendidik anak justru menghancurkan masa depan mereka.

 

Musa Ade,

 

Editor Kanal Celeb

Bintang.com

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading