Mau Memulai Bisnis Start Up? Belajar Dari Kesalahan CEO Ini

Dadan Eka Permana18 Mar 2017, 07:10 WIB
Diperbarui 18 Mar 2017, 07:10 WIB
ilustrasi startup

Fimela.com, Jakarta Saat ini bisnis startup menjadi bisnis yang sedang marak dibangun para anak muda.. Banyak startup-startup baru yang muncul dengan keunggulan yang mereka bawa untuk membantu meringankan beban banyak orang dengan produk dan jasa yang diciptakan.

Tapi tidak semua yang berbuah cerita manis. Ada juga yang mengalami kegagalan. Hanya yang bermental baja dan mau memperbaiki kesalahan yang bisa bangkit dari keterpurukan.

Jika dapat memutar waktu saat mulai melangkah untuk membangun startup, Co-founder PicMix berharap dapat fokus pada masalah pengguna yang menjadi target startup-nya daripada mengembangkan startup secara teknis.

Ilustrasi Startup. Kredit: Freepik

"Dari awal akan user driven daripada tech driven," ujar Sandy Colondam, Co-founder, Head of Strategy and Product PicMix,seperti diansir dari antara.

Hal yang sama juga dipikirkan CEO Jurnal Daniel seandainya dapat kembali ke awal. "Sebelum membangun produk, saya akan berbicara kepada customer yang potensial untuk dapat memberikan solusi," kata dia.

Ilustrasi Startup, Perusahaan Teknologi, Cloud, Komputasi Awan. Kredit: Freepik

Mengenal costumer juga menjadi penting bagi CEO dan co-founder iGrow Andreas Senjaya. Fase-fase awal memulai startup dia ingat sebagai fase yang jarang mengenal user, apalagi mengenal user dengan sangat dalam."Temukan satu matrix fokus di sana," ujar dia.