Waspada, Banyak Kartun Dewasa Beredar di YouTube

Gadis Abdul29 Mar 2017, 14:14 WIB
[Bintang] Waspada, Banyak Kartun Dewasa Beredar di YouTube

Fimela.com, Jakarta Banyak orangtua yang kini mulai resah dengan keberadaan kartun-kartun yang mudah ditonton anak-anak dari YouTube. Ya, jika ditonton ternyata kartun-kartun tersebut berisi konten yang sangat kasar serta tidak pantas dan tidak cocok dilihat oleh ana-anak. Dilansir dari BBC, laura June, serang wartawan melihat keanehan ketika putrinya yang berusia tiga tahun menonton sebuah kartun.

"Peppa banyak berteriak dan menangis dan dokter giginya benar-benar sadis dan hal itu jauh, jauh sekali dari kepatutan tontonan bagi anak berusia tiga tahun," kata June seperti dikutip dari BBC, Rabu (29/3/2017). Peppa Pig adalah sebuah kartun yang sangat populer dan disukai oleh banyak anak di seluruh dunia.

Jadi, sangat disayangkan lantaran kartun “dewasa” tersebut malah mengambil tokoh yang memang menjadi tontonan anak-anak. "Betapa pun animasi itu mirip sekali dengan Peppa - agak kasar tapi cukup mirip untuk membuat putri saya yakin, 'Ini adalah Peppa Pig.'" tambah June.

Waspada, Banyak Kartun Dewasa Beredar di YouTube. (Ilustrasi: CandyFamily/YouTube)

Namun ternyata tidak hanya Peppa Pig, BBC Trending menemukan banyak sekali video serupa, ada yang menampilkan karakter dari film-film Disney, seperti Frozen, waralaba Minion, Dc Mcstuffins, dan Thomas the Tank Engine. Beberapa video merupakan parodi atau materinya jelas dimaksudkan untuk pemirsa dewasa.

Sedangkan yang lainnya merupakan salinan ilegal dari suatu film kartun atau menggunakan sosok kartun yang mungkin melanggar hak cipta mungkin, tapi belum tentu berbahaya bagi anak-anak. Pakar keselamatan anak di media online dan profesor psikologi di London School of Economics Sonia Livingstone menjelaskan merupakan hal yang wajar kalau orangtua menganggap, “yang namanya Peppa Pig seharusnya memang Peppa Pig."

Waspada, Banyak Kartun Dewasa Beredar di YouTub. (Ilustrasi: YouTube)

"Saya kira kita bukan ingin jadi polisi untuk urusan ini," kata Livingstone. "Banyak kartun yang merupakan satir, karya kreatif, atau bahkan yang menyinggung namun tetap dalam bingkai kebebasan berkespresi. Betapapun kita memerlukan perlindungan anak."

YouTube sendiri telah memberikan pernyataannya, "Kami memperlakukan masukan-masukan ini dengan sangat serius. Kami menghargai bahwa orang-orang meninta kami untuk memeriksa sejumlah konten yang bermasalah, dan membuat orang mudah menandai video-video itu."