Daripada Dibakar, Sebaiknya Karangan Bunga Ahok Diapakan?

Febriyani Frisca02 Mei 2017, 19:50 WIB
Diperbarui 02 Mei 2017, 19:50 WIB
[Bintang] Daripada Dibakar, Sebaiknya Karangan Bunga Ahok Diapakan?

Fimela.com, Jakarta Belum kelar euforia warga Jakarta dan sekitarnya pada salam perpisahan untuk Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, lewat karangan bunga yang menggelitik. Kini, euforia tersebut berubah jadi sebuah masalah baru yang membuat Polisi ikut bergerak.

Diwartakan oleh Liputan6.com, karangan bunga dengan berbagai kalimat perpisahan untuk Ahok-Djarot tersebut dibakar oleh buruh yang tengah demo Mayday pada Senin (1/5) kemarin. Peristiwa tersebut terjadi di Balai Kota sekitar pukul 12.50 WIB. Kisahnya berawal ketika seorang buruh menyerukan pada buruh peserta demo untuk membakar karangan bunga yang memenuhi trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan.

Karangan bunga untuk Ahok-Djarot dibakar oleh orang yang diduga menjadi provokasi saat aksi Hari Buruh di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (1/5). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

"Kita bersihkan Balai Kota dari sampah-sampah karangan bunga Ahok. Kalau bukan kita yang bersihkan, siapa lagi? Satpol PP dari kemarin enggak ngapa-ngapain," kata salah seorang pendemo melalui pengeras suara dikutip dari Liputan6.com. Kemudian, salah satu peserta demo MayDay mengambil satu karangan bunga dan membakarnya hingga api membesar.

Karangan bunga untuk Ahok yang dibakar sebaiknya diapakan?

Kejadian tersebut membuat polisi turun tangan mengusutnya. Lebih lanjut, dikutip dari Liputan6.com, tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat tengah mendalami kasus tersebut. "Polres Jakarta Pusat sudah menyiapkan beberapa penyidik untuk penyelidikan. Berkaitan dengan kasus pembakaran bunga itu, kami akan melihat itu dari kelompok mana," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Selasa (2/5).

Penyelidikan yang dilakukan untuk menelusuri apakah ada unsur pidana dalam perbuatan tersebut dan apakah ada provokator atau tidak atas terjadinya peristiwa tersebut. "Kita tunggu saja ya hasil dari olah TKP Polres Metro Jakarta Pusat. Masih penyelidikan ya," tutup Argo.

Mengetahui perkara tersebut, orang-orang pun nggak tinggal diam. Beberapa dari mereka menyuarakan pendapatnya lewat berbagai cara. Salah satunya lewat artikel ini. Bintang.com telah merangkum beberapa orang untuk dimintai pendapatnya mengenai pembakaran karangan bunga untuk Ahok. Bagaimana opini mereka? Let's check this out!

"Itu kan dari bunga asli ya, kalo busuk kan bisa dijadikan pupuk lagi. Misalnya pupuk kompos, terus bisa dijual lagi, secara karangan bunganya lebih dari 1000. Lalu, selain bunga, kan ada styrofoam-nya, itu bisa dijual lagi ke tukang kembang buat di-recycle. Tripleknya juga bisa dijual lagi buat diolah gitu." Irma Aprilia, HRD Perusahaan Swasta.

Irma Aprilia. (Via: dok. pribadi)

"Sedih. Miris aja sih. Ngapain dirusakin? Kalo menurut gue sih mendingan dipetik terus dikumpulin dan ditaburin di makam orang yang gue kenal. Atau bawa pulang aja. Kalo masih wangi, lumayan buat mandi kembang kayak di Insta Stories-nya Awkarin. Bikin karangan bunganya juga pake duit." Juwita Dama, Digital Media Stategist.

Juwita Dama. (Via: dok. pribadi)

"Bunga adalah jenis ungkapan yang indah untuk menyatakan kasih sayang atau kebanggaan untuk seseorang yang dicintainya. Jangan lantas setelahnya dibakar. Biarkan mereka layu dengan sendirinya atau didaur ulang ke tempat-tempat yang bisa melakukannya atau dibuat prakarya sehingga bisa dimanfaatkan kembali." Aditia, Karyawan Swasta.

Aditia. (Via: dok. pribadi)

"Kalau menurut gue, sayang banget sih karangan bunga sebagai ungakapan terima kasih kepada bakal mantan Gubernur DKI Ahok yang segitu banyaknya dirusak bahkan dibakar. Kan kasian PPSU A.K.A Pasukan Oren ngebersihinnya. Ya kalo kata gua, sih. Daripada karangan bunganya dibakar, kenapa ga disuling massal aja? Kan lumayan bisa jadi parfum terus dibagi-bagiin ke warga Jakarta. Jadi badan orang Jakarta pada wangi. Ga bau kebencian badannya." Fachmi Lukman, Karyawan Swasta.

Fachmi Lukman. (Via: dok. pribadi)

"Menurut gue daripada dibakar kayak kemarin, mending dibongkar tuh karangan bunganya satu-satu terus dibikin aja lagi jadi bunga hias buat di halaman Balai Kota. Pokoknya disusun dan ditata ulang gitu lah. Toh memperindah penglihatan masyarakat juga kan biar nggak gersang-gersang amat." Febriani Adzran, Karyawan Swasta.

Febriani Adzran. (Via: dok. pribadi)

"Gue sih biasa aja ya sama karangan bunga yang dibakar. Soalnya gue nggak ngirim karangan bunga. Tapi, sebaiknya bunganya dikasih ke party planner aja biar diolah hahaha. Lagi pula kalau dibiarin gitu aja juga jadi sampah, kasian kang sampah mungutin mulu." Frieska Azaria, Reporter.

 Frieska Azaria. (Via: dok. pribadi)

Nah, kalau kamu sendiri berpendapat apa nih sama karangan bunga yang dibakar? Punya ide lain, nggak, selain harus membakar karangan bunga buat Ahok-Djarot tersebut? 

Lanjutkan Membaca ↓