Sukses

Lifestyle

Bayi Terlilit Tali Pusar, Ini 3 Faktanya

 

Fimela.com, Jakarta Ibu hamil biasanya khawatir dengan kondisi janin di dalam rahim. Makanya, jangan malas ketika kamu dijadwalkan untuk periksa secara rutin. Bukan cuma untuk mengetahui jenis kelamin sang anak, tapi juga supaya bumil tahu kesehatan janin di dalam perut. 

Selain itu, bumil juga akan tahu posisi bayi dalam kandungan. Termasuk posisi bayi dan juga tali pusar. Nah, ini penting banget, lho. Soalnya, banyak kasus tali pusar melilit leher bayi di dalam perut. 

Mungkin saat di dalam rahim, bayi masih tumbuh dengan sehat. Tapi, kondisi ini nggak memungkinkan untuk melahirkan dengan cara normal. 

Soalnya, tali pusar bisa saja melilit leher bayi dan akibatnya leher bayi tercekik. Ini bahaya banget karena bayi bisa meninggal saat proses dilahirkan. 

Tapi, bumil nggak perlu khawatir. Soalnya, selain harus periksa ke dokter dan mengikuti saran mereka, kamu juga perlu tahu beberapa hal soal fakta-fakta seputar kasus ini. Dilansir dari Belly Belly, ini dia 3 fakta seputar bayi yang terlilit tali pusar. 

Terlilit Bukan Berarti Harus Operasi

Meskipun bayi terlilit plasenta, bukan berarti kamu harus melahirkan dengan cara dioperasi, lho! Jadi, biasanya kamu akan diminta untuk menunggu hingga plasenta itu bergeser. Siapa tahu, ketika sudah waktunya melahirkan, plasenta sudah tak lagi melilit leher bayi di dalam rahim. 

Kasus Ini Termasuk Jarang

Mungkin kamu sering mendengar kasus ini. Tapi sebenarnya, kasus bayi yang lehernya terlilit plasenta sedikit, lho! Menurut Australian Institute of Health and Walfare, 1 dari 135 bayi lahir hidup meski bayi sempat terlilit lehernya. 

Daya Lilitan Tali Pusar Longgar

Nggak semua kasus bayi di dalam kandungan yang terlilit plasenta itu berbahaya. Soalnya, daya lilitan plasenta pada leher bayi nggak ketat. Makanya, dokter masih bisa melepas tali plasenta dengan sangat mudah saat proses melahirkan. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading