Cegah Kanker Seviks, Vaksin HPV Belum Merata di Indonesia

Lanny Kusumastuti02 Mar 2018, 08:50 WIB
Diperbarui 02 Mar 2018, 08:50 WIB
20160629-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto

Fimela.com, Jakarta HPV (Human papilloma Virus) virus yang hidup disel-sel kulit dan bisa menjadi pemicu kanker ini tengah menjadi sorotan, mengingat pencegahannya belum dilakukan merata di seluruh Indonesia. Atas hal tersebut, pemerintah pun didesak untuk menjalankan program nasional vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.

Melansir laman Liputan6, program vaksin HPV baru berjalan di beberapa wilayah seperti Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DIY. Di DIY sendiri, program ini oun baru dijalankan di Kulon Progo dan Gunung Kidul.

Ilustrasi Vaksin Palsu 02
Ilustrasi Vaksin (Sumber Foto: Liputan6)

Terkait desakan dijalankannya program nasional vaksin HPV, Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) mengatakan bahwa status pemberian vaksin HPV ini sudah sangat mendesak.

Menurut data Globocan 2012, setiap jamnya di Indonesia ada satu perempuan yang meninggal karena kanker serviks. "Program nasional vaksin HPV sudah sangat mendesak," ujar dr Andrijono di hadapan anggota Komisi IX DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum pada awal Februari.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah kanker serviks adalah dengan memberikan vaksin HPV. Ya, pemberian vaksin ini efektif mencegah inveksi HPV yang menjadi penyebab kanker serviks, kanker tenggorokan dan kanker penis.

Penularan HPV

Ilustrasi Vaksin Palsu
Ilustrasi Vaksin (Sumber Foto: Liputan6)

HPV 16 dan HPV 18 adalah jenis berbahaya yang bisa memicu terjadinya kanker. Penularan HPV bisa terjadi lewat sentuhan langsung dari kulit ke kulit juga melalui benda yang terkontaminasi HPV.

Selain itu, hubungan seksual juga bisa menjadi cara penularan virus HPV, termasuk seks oral, bersentuhan dengan kulit kelamin juga pertukaran cairan. Yuk lebih berhati-hati dan peduki dengan kesehatan diri.

Lanjutkan Membaca ↓