Selain Obat, Musik Ini Juga Bisa Atasi Hipertensi

Karla Farhana05 Apr 2018, 01:12 WIB
Kakak Dea Imut Meninggal karena Hipertensi (Awsome Design Studio/Shutterstock)

Fimela.com, Jakarta Hipertensi, atau darah tinggi, salah satu penyakit yang banyak diderita orang tua. Tapi jangan salah, pola hidup yang tak baik juga bikin anak-anak muda menderita hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi ancaman kesehatan. Selain menyebabkan sejumlah risiko penyakit seperti jantung dan stroke, pengobatannya juga dilakukan dalam jangka waktu lama.

Namun selain minum obat, para ahli menemukan cara lain untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, yaitu dengan terapi musik.

Seperti dilansir Step to Health, Kamis (5/4/2018) musik diduga berkaitan dengan emosi yang menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi.

Jenis musik tertentu diduga memiliki kemampuan untuk mengatur dan mempengaruhi tekanan darah sistolik dan diastolik.

Dengan cara ini, musik dapat membantu mencegah masalah seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular dan serangan jantung.

Irama lambat dan musik yang harmonik dapat meningkatkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) sebesar 26%. Hal ini juga yang membantu mencegah gagal jantung, terutama ketika seseorang mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga, kemarahan atau penyebab emosional lainnya.

Namun, tidak semua jenis musik memiliki pengaruh yang sama pada manusia.

Musik Klasik

Musik dan hipertensi (iStock)
Ilustrasi musik dan hipertensi (iStockphoto)

Dari banyak percobaan yang dilakukan para ahli kesehatan, musik klasik terbukti bisa menenangkan.

"Karya klasik seperti "Serenata No 13 in G Major" oleh Mozart dan "The Four Seasons" oleh Vivaldi telah mengalami tes ilmiah dan hasilnya sangat mencengangkan," tulis para ahli.

Percaya atau tidak, para peneliti optimis percaya bahwa musik dapat menggantikan pengobatan medis untuk hipertensi, setidaknya untuk beberapa pasien.

 

 

Penulis: Fitri Syarifah

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓