Di Malaysia Lagi Heboh Soal Daging Kucing yang Dijual Secara Online

Gadis Abdul09 Apr 2018, 20:16 WIB
[Bintang] Di Malaysia Lagi Heboh Soal Daging Kucing yang Dijual Secara Online

Fimela.com, Jakarta Festival Yulin yang setiap tahunnya digelar di Cina selalu mendapatkan kritikan keras dari masyarakat dunia, apalagi buat mereka para pecinta binatang. Ya, tentunya festival yang satu ini adalah festival yang paling ditentang oleh mereka yang sangat menyayangi para binatang. Dalam festival ini ada lebih dari 10.000 anjing dan kucing yang dibakar lalu dijual bebas.

Anjing dan kucing yang sejatinya adalah hewan lucu yang sering dipelihara oleh manusia tersebut dijadikan makanan. Di Cina sendiri, memang sudah taka sing lagi jika ada orang yang makan daging kucing dan anjing. Tapi, ada peraturan yang menyebutkan kalau semua itu boleh dikonsumsi asalnya berasal dari peternakan bersertifikat.

Masalahnya adalah dalam festival Yulin tersebut tidak diketahui dari mana anjing dan kucing tersebut berasal, bisa jadi dari pedagang yang mencuri anjing yang terlepas dari pemiliknya. Tapi, darimana pun anjing dan kucing tersebut berasal, banyak masyarakat yang berharap tidak ada lagi festival semacam itu.

[Bintang] Di Malaysia Lagi Heboh Soal Daging Kucing yang Dijual Secara Online
Kucing liar atau tanpa pemilik diambil dan dibilang mau diadopsi, padahal kucing tersebut malah dipotong lalu dijual secara online. (Foto: Alliswall)

Meskipun dibeberapa daerah memakan daging kucing dan anjing adalah hal yang biasa, namun tetap saja praktek tersebut selalu menjadi kontroversi. Seperti yang kini tengah heboh jadi perbincangan masyarakat dunia maya di Malaysia. Publik dibuat gempar dengan beredarnya foto-foto kucing dalam karung.

Sedihnya, tak hanya kucing dalam karung, tapi ada beberapa foto yang menggambarkan hal mengerikan apa yang nantinya akan dialami oleh kucing-kucing yang ada dalam karung tersebut. Akun Facebook Persatuan Haiwan Malaysia-Malaysia Animal mengatakan kalau di Malaysia terjadi jual beli daging kucing.

Daging Kucing Dijual Seharga Rp64 Kilogram

Menurut akun Facebook Persatuan Haiwan Malaysia-Malaysia Animal, penjualan daging kucing paling banyak terjadi di daerah Johor dan Seremban Malaysia. Dijelaskan pula kalau daging kucing tersebut dijual secara online dengan harga RM 18 atau setara dengan Rp64 ribu per kilogram.

Akun Facebook yang mengunggah foto kucing tersebut pun menduga kalau si penjual daging berasar dari Vietnam yang memang sedang berada di Selangor. Akun Facebook tersebut pun menjelaskan bagaimana si penjual mendapatkan kucing-kucingnya.

“Ada pihak yang mengaku adopter dan mau menyelamatkan kucing dalam jumlah banyak. Rupanya ada aktivitas yang keji,” tulis akun Persatuan Hewan Malaysia. Sang pemilik akun Facebook pun meminta agar pemerinta segera membuat undang-undang supaya kehidupan kucing dapat terlindungi.

Daging Kucing yang Dijual Online Bikin Geram Netizen

[Bintang] Di Malaysia Lagi Heboh Soal Daging Kucing yang Dijual Secara Online
Kucing liar atau tanpa pemilik diambil dan dibilang mau diadopsi, padahal kucing tersebut malah dipotong lalu dijual secara online. (Foto: Facebook)

Foto kucing yang diunggah oleh akun Facebook Persatuan Haiwan Malaysia-Malaysia Animal tersebut kini tengah menjadi viral. Foto yang diunggah ke Facebook pada 2 April tersebut kini telah dikomentari lebih dari 11 ribu netizen.

“Gila mereka ni. Kenapa habis sudah ka makanan di dunia ini sampai si manja pun di bunuh?” tulis akun Facebook Denny Ellia. Sementara itu akun Facebook Pusparhy berkomentar,”Asli, andai saya ada di sana, sudah saya lepasin itu kucing-kucing, mereka teh nggak punya hati ya Allah, semoga kena ajab ya Allah. Dasar rakus.”

Lanjutkan Membaca ↓