Mana yang Lebih Baik Buat Sarapan, Jus Jeruk atau Susu?

Karla Farhana17 Apr 2018, 01:12 WIB
Mana Lebih Baik untuk Sarapan, Susu atau Jus Jeruk?

Fimela.com, Jakarta Jenis minuman di pagi hari ternyata sangat penting buat kesehatan tubuh. Air putih, sering dianggap sebagai minuman yang paling baik diminum saat kamu baru bangun tidur. Tapi, jus jeruk dan susu pun menjadi menu yang paling sering dikonsumsi saat sarapan. 

 

Mari bahas satu per satu sisi positif dan negatif dari kedua minuman tersebut untuk sarapan mengutip Rodale Organic Life, Selasa (17/8/2018).

Jus Jeruk

Pro: Satu gelas jus jeruk mengandung sekitar 110 kalori dan hampir memenuhi kebutuhan harian Vitamin C.

Selain itu jeruk juga kaya antioksidan yang melindungi kulit dari sinar matahari dan polusi.

Kontra: Terlalu banyak minum jus jeruk bisa menyebabkan kerusakan serius pada email gigi. Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Rochester Eastman Institute for Oral Health, Yanfeng Ren, menyebutkan kadar kekuatan enamel gigi berkurang hingga 84 persen setelah orang tersebut minum jus jeruk lima hari berturut-turut.

 

Susu

Kefir
Ilustrasi kefir dan susu. (iStockphoto)

Pro: Susu mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. Studi juga menyebutkan, orang yang minum susu di pagi hari cenderung makan lebih sedikit di siang hari. Hal ini terjadi karena protein membuat seseorang lebih kenyang.

Kontra: Ada susu tanpa lemak, tapi bila Anda memilih susu yang mengandung lemak jenuh dengan jumlah berlebihan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Fakta lainnya, menurut tes yang dilakukan Departemen Pertanian Amerika Serikat ada residu pestisida yang muncul dalam susu.

Lebih baik minum susu atau jus jeruk saat sarapan?

Jus jeruk atau susu untuk sarapan. (iStockphoto)
Jus jeruk atau susu untuk sarapan. (iStockphoto)

Lalu, lebih baik minum susu atau jus jeruk saat sarapan?

Menurut dokter Ren, lebih baik minum susu daripada jus jeruk saat sarapan. Mengonsumsi susu membuat asupan kalsium meningkat sehingga gigi jadi kuat.

Namun, pastikan susu tersebut organik, bebas dari pestisida, hormon pertumbuhan dan antibiotik. Selain kaya kalsium dan protein, susu organik mengandung 75 persen antioksidan dan 50 persen vitamin E lebih tinggi dibanding susu biasa.

 

 

Penulis: Benedikta Desideria

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓