Obrolan Tabu untuk Ibu Baru

Fimela26 Apr 2011, 01:50 WIB

Pelajari topik mana yang harus diperlakukan dengan hati-hati atau dihindari sama sekali. Berbagi tips parenting nggak ada yang melarang, tapi sekali lagi ingat, beda orang beda gaya. Read on!

obrolan ibu 

ASI vs. Formula

Topik yang sensitif bagi para ibu baru. Ada yang memilih untuk menyusui selama beberapa tahun, sementara yang lain hanya dalam hitungan bulan atau minggu, malah ada yang nggak bisa menyusui – and that’s all okay. ASI memiliki banyak sekali manfaat untuk bayi, tapi para dokter anak pun mengamini kalau susu formula adalah alternatif yang baik. Kalau percakapan ASI vs. Formula muncul dalam percakapan, coba bersikap terbuka pada pandangan dan pengalaman pribadi orang lain.

Popok Kain vs. Diapers

Popok kain adalah pilihan ‘hijau’ tapi old-fashioned. Kadang justru lebih sulit perawatannya dibanding popok sekali pakai. Ada seorang teman yang mendapat banyak sekali popok kain dari sang ibu mertua – tapi dia tahu kalau nggak mungkin cocok dengan gaya hidupnya yang sibuk sebagai ibu bekerja. Hindari memaksakan pendapat tentang bagaimana menutup pantat bayi.

Nama Bayi

Orangtua bisa berpikir berbulan-bulan – bahkan tahun – dalam memilih nama bayi. Kalau seorang teman membagi ide nama bayi dan menanyakan pendapatmu, kasih tahu mana yang jadi favoritmu, tapi simpan komentar negatif tentang pilihan nama yang nggak kamu suka. Kalau menurutmu pilihannya terlalu trendy atau umum atau apapun, it’s best to bite your tongue.

Pengalaman Melahirkan

Setiap ibu punya rencana melahirkan dan pengalaman melahirkan sendiri. Apakah melahirkan normal atau menggunakan epidural, atau caesar. Ingat kalau beberapa ibu pengalaman melahirkannya menyenangkan, tapi ada juga yang merasa trauma. So be sensitive.

Bekerja atau Di Rumah

Dunia sudah berubah. Seorang ibu kembali bekerja atau di rumah saja, semua pilihan ada pro dan kontra and bring mixed emotions. Nggak ada seorang pun atau satu situasi yang sempurna. Coba pikirkan tantangan yang umum terjadi pada setiap ibu, dan daripada bersikap kompetitif sebaiknya be supportive.

Sakit Perut, Menangis, atau Rewel

Bayi menangis. Sometimes a lot. Kamu mungkin tergoda untuk ‘menerjemahkan’ tangisan bayi, berdasarkan pengalamanmu sendiri: “Lapar, ya?” “Ada yang ngantuk, nih.” “Sakit perut, kali.” “Mau tumbuh gigi.” Mother knows (minimal bisa menebak) best, jadi biarkan si ibu dan dokter anak yang menentukan apa yang membuat si bayi menangis terus-terusan.

Parenting Style

Nggak ada dua ibu yang punya gaya membesarkan anak yang sama. Ada banyak sekali metode parenting, dan para orangtua mencari mana yang tepat untuk mereka dan keluarga. Buku, artikel. komentar bisa saja setuju atau nggak setuju dengan gaya parenting tertentu, but parenting is not a science. Hindari berkomentar tentang gaya mendidik orang lain, misalnya dengan bilang, bayi jangan sering digendong.

Ukuran Bayi dan Perkembangannya

Bayi tumbuh dan berkembang dengan speed mereka sendiri. Komentar tentang ukuran bayi dan pertanyaan tentang apakah dia sudah X atau belum (duduk, merangkak, jalan, atau ngomong) bisa membuat seorang ibu jadi ‘gerah’, terutama kalau bayinya terlalu cepat atau lambat perkembangannya. “Kadang bosan dengar komentar tentang besarnya bayiku,” ungkap seorang teman. “Orang sering bertanya tentang ukuran kepala anakku,” kata seorang teman dekat. “Aku kan bisa lihat dan nggak perlu diingatkan setiap hari. Untungnya tubuhnya bisa mengejar ukuran kepalanya!”

Tubuh Ibu Setelah Melahirkan

Masa-masa setelah melahirkan cukup lah sulit tanpa harus dibebani pertanyaan dan komentar nggak sensitif. Beberapa ibu ingat pernah dikomentari, “Kamu terlihat capek” setelah melahirkan. Komentar lainnya yang nggak berharap didengar adalah, “Wah, kamu sudah kurusan!”

 

Setiap ibu pastinya punya cerita seperti di atas. Apa komentar dan pertanyaan yang kamu dapatkan sebagai ibu baru? Dan adakah obrolan di atas yang kamu pernah kamu lakukan?