Sukses

Lifestyle

Persahabatan Setelah Menikah Dari Mata Rianti Cartwright

Next

Jakarta Tetap usaha buat berkomunikasi

Jauh sebelum aku mengenal dan akhirnya menikah dengan suamiku, Cassanova Alfonso atau Cas, aku sudah terlebih dahulu dekat dengan sahabat-sahabatku. Bila ditanya berapa banyak, mungkin jawabannya kurang lebih 10 orang. Rata-rata persahabatan yang telah terjalin berumur lebih dari 10 tahun. Prinsip aku dalam bersahabat adalah quality over quantity. Kriterianya: they have to be kind, they have to be good people, not fake, arrogant or bitchy.

Makanya jangan heran bila aku masih menjalin komunikasi bersama dua sahabat dari jaman SMA di Bandung International School, Sasha yang kini tinggal di Australia dan Sassly yang menetap di Los Angeles. Dikarenakan jarak tinggal kami yang jauh, usaha buat tetap menjalin komunikasi harus tetap ada. Sasha malah terkadang marah bila aku susah dihubungi via skype. Walau bersahabat antarbenua, kami tetap bertemu, kok. Biasnya bila ada acara pernikahan. Seperti Sasha yang merayakan pernikahannya di Bali atau Sassly yang kebetulan masih suka pulang ke Indonesia. Uniknya, sekali bertemu kami bisa langsung klik lagi. It was just we left yesterday.

Empat aturan main jaga persahabatan

Selain mereka, ada Belinda, sahabat yang aku kenal sejak zaman kuliah. Kedekatan kami terjalin karena aku sering menginap di rumahnya, waktu itu aku masih tinggal sendiri di Jakarta. We're really goot at procrastinating. Sampai-sampai tugas kuliah baru dikerjakan subuh karena keasyikan ngobrol. Persahabatan aku dan Belinda sudah melalui banyak tahap senang maupun sedih. Mulai dari curhat soal hubungan yang akhirnya kandas hingga mencoba kegemaran kami yaitu spa.

Kami sudah mencoba banyak sekali jenis spa, lho, dari lokal hingga luar negeri dan mulai dari yang enak banget sampai yang absurd. Absurd di sini karena pernah suatu kali kami ditangani tiga orang terapis sekaligus, rasanya benar-benar nggak nyaman. Itulah mengapa aku dan sahabat-sahabatku, Belinda, Maggy dan Lola, akhirnya membuka bisnis Spa Bale-Bale.

Anyway, aku sama Belinda memang bersahabat tapi jangan biarkan kami dekat lebih dari 24 jam, ujung-ujungnya pasti bertengkar. I can say she's my best friend and worst enemy at the same time! Hm, syukurnya bila memang lagi sama-sama emosi dan berselisih paham, kami langsung introspeksi dan meminta maaf keesokan harinya. Aturan pertemanan kami sederhana, nggak boleh marah lebih dari sehari, jangan berpacaran dengan mantan sahabat dan jangan taksir lelaki yang sama. Hal terpenting lainnya, don't ever lie to each other!

Well, banyak sekali sahabat-sahabat lain yang nggak bisa satu-satu aku ceritakan soal kedekatan kami, mulai dari Milane, Dewi Rezer, Yani, dan lainnya.

 

Next

 

Tea time & spa bareng

Semua sahabat aku tergolong dekat dengan Cas, suamiku. Karena memang dari awal aku mencari suami yang memang bisa masuk ke lingkup persahabatanku. Beruntung Cas yang tergolong cool dan nggak banyak bicara bisa berbaur. Misalnya, saat aku sedang sibuk syuting, Cas dan Belinda terkadang menghabiskan waktu berdua tanpa aku perlu khawatir.

Setelah menikah, penting bagiku buat tetap meluangkan waktu bersama sahabat-sahabat perempuan. It's important for your sanity and happiness. Untungnya, Cas tak berkeberatan.

Harus diakui terkadang ada hal-hal yang nggak bisa dibicarakan dengan suami mulai dari ngobrolin orang lain sampai bahas produk terbaru. Nah, biasanya bisa diobrolkan saat spa maupun tea time bareng sahabat. Tapi ada satu hal yang nggak ke semua sahabat aku share, yaitu tentang kehidupan rumah tanggaku.

Pilah-Pilih Sahabat

Persahabatan bagi aku sama halnya dengan pernikahan, sama-sama harus mau melalui tahapan susah dan senang. Rasa saling membutuhkan dan sayang membuat aku nggak butuh ekstra kerja keras buat menjaga persahabatan yang sudah ada. They're like my sisters for me.

Persahabatan yang sudah ada juga membuat aku nggak menutup pintu buat pertemanan baru. Bedanya, di usia yang sudah matang ini aku sudah bisa memilah seseorang. Aku tahu siapa aku dan karakter sahabat seperti apa yang aku butuhkan. Kalau memang tidak cocok, ya sudah, jangan terlalu dipaksakan. Once again, for me quality over quantity!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading