Para Perempuan di Balik Kampanye Hillary Clinton dan Donald Trump

Monica Dian22 Okt 2016, 09:30 WIB

Jakarta Di balik kesuksesan sebuah kampanye pemilihan umum, ada peran team sukses dari masing-masing kandidat. Seperti yang kita tahu, Hillary Clinton dan Donald Trump tengah bertarung memperebutkan kursi kepresidenan Amerika Serikat. Kampanye yang mereka lakukan demi meraup suara pilih tentunya dibantu oleh mereka, perempuan-perempuan yang bekerja di balik layar.

Para perempuan yang bertindak sebagai team sukses ini datang dari latar belakang yang berbeda. Namun, tujuan mereka tetap satu, yakni membantu jalannya kampanye dan memastikan kandidat yang mereka dukung melangkah menuju Gedung Putih. Bahkan, demi bisa masuk ke lingkaran kepresidenan, mereka rela menempatkan kariernya pada risiko terburuk.

Berikut 4 perempuan team sukses kampanye Clinton dan Trump yang berjuang menempatkan kandidat terpilihnya menjadi presiden Amerika Serikat.

Next

LaDavia Drane

Di usia 24 tahun, perempuan Afrika-Amerika ini memutuskan berhenti bekerja dari firma hukum dan banting setir menjadi team sukses Barack Obama. Pemilihan umum putaran kali ini ia kembali tampil mendukung Hillary Clinton. Berawal dari executive director Congressional Black Congress, kemudian menjadi Director of African-American Outreach, dan kini ia menjabat sebagai Deputy Director di Congressional Affairs di usia 33 tahun.

Next

Huma Abedin

Selepas lulus dari George Washington University di usia 19 tahun, perempuan yang dibesarkan di Saudi Arabia ini langsung bekerja untuk Hillary sebagai anak magang. Sampai sekarang ia selalu ada di sisi Hillary, bahkan salah satu media menyebutnya sebagai bayangan Clinton. Jabatan yang diembannya bervariasi, yakni mulai dari Body Woman sampai Traveling Chief of Staff, Senior Advisor, dan Deputy Chief of Staff. Untuk kampanye Clinton 2016 ini, ia bertindak sebagai Vice-Chair dan usia 41 tahunnya kini ia menjadi salah satu anggota pasukan terkuat Clinton.

Next

Hope Hicks

Perempuan berusia 27 tahun inilah yang memegang kendali pertemuan staff dengan Trump. Perjalanan kariernya terbilang cepat. Bermula bekerja pada firma hubungan masyarakat dan menangani real estate, bisnis hospitality, dan fashion milik Trump, Hope Hicks kemudian pindah ke Trump Organization dan dipromosikan langsung oleh Ivanka, anak perempuan Trump. Kariernya makin melesat saat Trump sendiri yang merekrutnya untuk bekerja sebagai sekretaris. Meski usianya terbilang masih sangat muda, ternyata Hicks adalah ajudan terlama dalam kampanye Trump.

Next

Jessica Ditto

Merupakan ajudan yang belum lama direkurt oleh Trump untuk kampanye pemilihan umum presiden tahun ini. Ia baru saja menjabat sebagai Deputy Communications Director pada September 2016 lalu. Di sini ia memimpin jalannya departemen komunikasi, koordinasi press, dan outreach kampanye. Perempuan berusia 34 tahun ini memang belum banyak mendapatkan perhatian atau wawancara, namun ia disebut akan memiliki posisi yang kuat dalam team sukses Trump.

Lanjutkan Membaca ↓