Kabar Baik, Minum Teh Ternyata Mampu Cegah Tumor Payudara

Melida Rostika06 Okt 2017, 10:45 WIB

Jakarta Punya hobi minum teh di pagi atau sore hari? jangan tinggalkan kebiasaan tersebut. Ternyata dengan rajin minum teh setiap hari, akan mengurangi resiko terkena tumor payudara. Penyakit ganas ini tak hanya mampu menyerang perempuan, namun juga laki-laki. Gaya hidup sehat memang harus diterapkan siapapun sedini mungkin untuk mencegah terserang penyakit ganas semacam kanker dan tumor. Namun dengan kebiasaan minum teh, resiko terkena tumor payudara mampu di cegah. Hal ini diungkapkan oleh salah satu tim ilmuwan dari Swedia, yang menemukan bahwa minum teh bisa mengutak-atik gen tertentu dalam tubuh perempuan dalam jangka panjang. Alhasil, mereka juga menemukan bahwa risiko tumor payudara terlihat menurun pada beberapa wanita yang rajin minum teh daripada yang tidak. 

Efek minum teh ternyata mampu mengaktifkan beberapa gen dalam tubuh perempuan. Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Human Molecular Genetics tahun 2017, ada kemungkinan perubahan aktivitas gen pada tubuh wanita yang rutin minum teh. Dalam penelitian ini, perubahan yang terjadi berkaitan erat dengan pengaturan kadar hormon estrogen wanita. Di dalam tubuh setiap orang, terdapat susunan gen yang begitu rumit dan menakjubkan. Setiap gen memiliki kode khusus yang bertugas untuk mengatur cara kerja setiap organ tubuh pada masing-masing individu.

Akan tetapi, tidak semua gen yang ada dalam tubuh kita bersifat aktif. Faktor-faktor tertentu seperti lingkungan, gaya hidup, dan pola makan bisa mengaktifkan atau menonaktifkan berbagai gen dalam tubuh. Menurut para ahli, dengan mengonsumsi teh mampu mengaktifkan gen yang bertugas untuk mengendalikan kadar hormon estrogen dalam tubuh perempuan. Perubahan yang terjadi membuat gen memerintahkan tubuh untuk membatasi produksi estrogen. Karena produksi estrogen berlebihan mampu memicu timbulnya tumor payudara. Namun satu yang harus tetap perhatikan, kadar gula yang ditambahkan ke dalam larutan teh, harus tetap dalam batas wajar agar tidak mengganggu metabolisme tubuh. 

 

 

(Pic: Pinterest)