Tur ke dalam Museum MACAN dan Pameran Seni Berubah, Dunia Berubah

Stanley Dirgapradja01 Mar 2018, 17:20 WIB

Jakarta Kalau belum pernah ke musem Macan yang bertempat di AKR Tower, Jalan Panjang No.5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, nikmati sedikit selayang pandang seperti apa museum seni terbaru Jakarta ini dari dalam – di artikel ini. Seluas 4.000 meter persegi, museum ini memiliki koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia, juga internasional yang signifikan. Dan bagi pemburu keseruan menikmati karya seni, atau setidaknya tempat umum yang enak dipandang mata, this place is a must visit.

Bersama BEKRAF, awal pekan ini FIMELA berkesempatan menikmati pameran publik besar pertama Museum MACAN, yang bertajuk Seni Berubah, Dunia Berubah (Art Turns, World Turns). As the saying goes, ada karya seni untuk setiap perubahan zaman. Dan lewat pameran ini, pengunjung akan disuguhi karya-karya seniman Indonesia, maupun asing yang memetakan karya-karya seni Indonesia lewat 4 periode waktu: periode akhir kolonial, kemerdekaan, reformasi, dan sekarang. Kurun waktu yang setidaknya mencakup 200 tahun. Ada 90 karya seni, dikumpulkan selama 25 tahun terakhir, dan dikurasi oleh Charles Esche dan Agung Hutjanika.

 

Menggunakan sudut pandang penikmat awam, cukup berusaha mencermati gaya seni yang berubah seiring peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di tanah air. Menciptakan narasi tentang perkembangan seni di Indonesia, gagasan dan gambaran masa hidup tiap seniman lewat karyanya. Dari yang bergaya natural atau realis, sampai ke yang bergaya sangat kontemporer.

Beberapa yang tak boleh dilewatkan, karya-karya Raden Saleh, Dullah, Sudjana Kerton, Djoko Pekik, Luo Zhongli, Andy Warhol, Heri Dono, Arahmaiani, dan pastinya masih banyak lagi. Masih ada waktu sampai 18 Maret 2018 depan untuk menikmati pameran pembukaan ini. Bila ingin benar-benar menikmati pameran ini secara total per karya yang dipajang, maka satu hari tak cukup. Mengingat luasnya ruang museum (juga langit-langitnya yang tinggi, yang membuat museum ini terasa makin luas). But it’s always going to be a fun visit, mengapa?

Untuk mendukung kelangsungan dan tentu menciptakan sense of belonging pada keberadaan sebuah tempat seni publik berkualitas, kita disambut untuk menjadi anggota museum MACAN. Tidak mahal, hanya Rp 300.000 per-tahun. Dari situ, kita bebas tiket masuk setiap ingin berkunjung, sampai undangan eksklusif untuk acara-acara komunitas museum MACAN (termasuk melihat lebih dulu – pratinjau- pameran terbaru).

Bagaimana dengan anak-anak? Aktivitas untuk mereka juga tersedia. Selain tersedianya Ruang Seni Anak yang khusus, ada pula sederet aktivitas yang bisa diikuti si kecil di hari-hari tertentu. Sudah puas berkeliling, jangan lupa membawa pulang oleh-oleh dari Museum Shop yang bergaya interior menarik juga insta-genic.

 

Baca juga:

Semua Trend Interior di 2018 yang Mudah dan Wajib Diketahui