Fakta Unik: Tradisi Lebaran di 5 Negara, Beda Banget!

Lanny Kusumastuti12 Jun 2018, 01:55 WIB
[Bintang] Fakta Unik

Bintang.com, Jakarta Lebaran tinggal menghitung hari, sudah siap menyambut hari kemenangan tahun ini? Bicara soal perayaan hari Lebaran, biasanya hari istimewa ini akan ada banyak hal menarik yang dilakukan, bahkan hanya bisa di temukan di hari Idul Fitri.

Melaksanakan salat Idul Fitri, bermaaf-maafan, mengunjungi rumah tetangga, berkumpul dengan keluarga besar, dan menyantap hidangan khas Lebaran seperti ketupat sayur, rendang, opor, juga sambal goreng hati menjadi tradisi tetap di Indonesia.

Bicara soal tradisi Lebaran, penasaran nggak sih bagaimana cara muslim di negara lain merayakan Idul Fitri? Ya, berbeda budaya tentu memiliki tradisi yang berbeda pula. Nah, berikut ini adalah lima tradisi Lebaran yang berbeda di tiap negara, dilansir dari berbagai sumber.

Permen (iStock)
Ilustrasi permen (iStockphoto)

1. Turki

Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen istimewa bagi umat ISlam. Di Turki, hari spesial ini dirayakan juga disebut dengan Seker Baryam alias Hari Raya Gula.

Ya, saat lebaran permen atau gulali akan sangat melimpah, di mana setiap keluarga akan mengantarkan permen, manisan dan berbagai jenis hidangan manis lain ke tetangga mereka.

2. Cina

20160403-Mengenal Cheng Beng, Tradisi Ziarah ala Masyarakat Tionghoa -Kuala Lumpur
Sebuah keluarga membakar dupa saat mengunjungi pemakaman pada festival tahunan Qingming (Cheng Beng) di Shanghai, Minggu (3/4). Festival ini merupakan hari ziarah kubur ditandai dengan mengunjungi dan membersihkan kuburan leluhur. (Johannes EISELE/AFP)

Melakukan ziarah usai melaksanakan salat Idul Fitri memang bukan hal yang baru. Namun, masyarakat muslim di Cina punya cara yang berbeda saat melakukannya, di mana mereka masih menggunakan dupa seperti tradisi masyarakat Tionghoa.

Selain untuk keluarga, mereka juga melakukan ziarah dan mendoaka nenak moyang mereka yang menjadi korban Revolusi Kebudayaan, juga persekusi Dinasti Qing.

Meneropong Posisi Hilal dari Ponpes Al Hidayah Jakarta
Ilustrasi melihat hilal. (Merdeka.com/Imam Buhori)

3. Afrika

Tak hanya saat menunggu tanda datangnya bulan Ramadan, kegiatan melihat hilal juga dilakukan masyarakat muslim di Afrika. Biasanya masyarakat muslim yag tinggal di Cape Town akan berbondong-bondong menuju puncak bukit Green Point, untuk melihat tanda berakhirnya bulan Ramadan.

Setelah berhasil melihat hilal tanda berakhirnya bulan Ramadan, mereka kemudian akan pergi bersama untuk melaksanakan salah tarawih berjamaah.

4. Suriname

Kegemukan karena Makan Ketupat Kok Bisa (Shahreen/Shutterstock)
Ilustrasi Ketupat (Shahreen/Shutterstock)

Negara yang banyak dihuni suku Jawa ini punya tradisi Lebaran yang unik, di mana mereka memiliki tradisi Bodo Kupat yang membawa nilai-nilai baik dari leluhur di Indonesia.

Selain bermaaf-maafan, tradisi ini juga disi dengan berbagai kegiatan hiburan seperti pertunjukan budaya Jawa sampai balap perahu.

[Bintang] Gitar
Ilustrasi main gitar. (Sumber Foto: Pexels)

5. Arab Saudi

Tak hanya merayakan dengan bermaaf-maafan dan menyantap hidangan Lebaran. Di Arab Saudi, pertunjukan kesenian seperti teater, pertunjukkan musik, dan pembacaan puisi menjadi rangkaian parade kesenian wajid di sana.

Lanjutkan Membaca ↓