Sedang Marak, Kejahatan Kamera Pornografi Molka di Republik Korea

Monica Dian12 Juni 2018
demo molka crimes

Fimela.com, Jakarta Di Republik Korea sedang bertebaran ‘pelecehan seksual’. Bukan pelecehan secara langsung, namun lebih kepada pelecehan yang melibatkan teknologi berupa kamera mata-mata (spy cam). Aksi asusila ini dikenal dengan sebutan molka (spy cam) crime. Banyak laki-laki, mulai dari guru sekolah hingga pastur, secara diam-diam menonton kegiatan ‘pribadi’ perempuan melalui kamera mata-mata. Bagaimana bisa?

Pada dasarnya, spy cam bisa dipasang dimana saja. seperti di sepatu sehingga memudahkan laki-laki mengintip rok perempuan. Tolet, ruang ganti, gym, kolam renang, dan pemandian umum adalah beberapa spot yang biasanya banyak dipasang spy cam. Sehingga perempuan di Republik Korea mau tidak mau harus lebih waspada dan teliti saat menggunakan ruang publik, terutama toilet umum, untuk menghindari aktivitas pribadinya direkam.

Spy cam merupakan kamera super kecil dengan high-tech peeping Tom. Kamera ini biasanya digunakan untuk mematai-matai target. Saking kecilnya, spy cam dapat diselipkan di barang apa saja dan mana saja. Misalnya saja, di dinding, dalam toilet, bungkus rokok, kacamata, kunci mobil, dan lain sebagainya. Sehingga memudahkan seseorang untuk merekam kegiatan orang lain secara sembunyi-sembunyi.

Aksi tidak menyenangkan ini sendiri sudah sangat merajalela di sana. Kejahatan ini bermula dari kasus seorang perempuan yang mengunggah foto bugil model laki-laki secara online tanpa izin. Polisi pun segera bertindak dengan cara menyiarkan kasus ini di media. Banyak perempuan yang beranggapan polisi terlalu membela laki-laki dan bersikap kurang adil pada perempuan. Bukti lain dari anggapan ini adalah ketika kasus yang sama dilakukan oleh laki-laki, tersangka tersebut hanya mendapat tamparan. Is it fair?

Molka crime dikatakan merupakan bentuk balas dendam laki-laki terhadap kasus foto bugil tadi. Namun, justru kejahatan ini semakin menyebar dan membuat perempuan merasa tidak aman. Alhasil, sebanyak 20.000 perempuan Republik Korea berkumpul dan melakukan aksi demonstrasi di Hyehwa untuk melawan spy cam crime. Mereka bahkan mencukur habis rambut mereka sebagai bentuk protes terhadap kegagalan pemerintah memberantas aksi pornografi tersebut. Ini adalah demo perempuan terbesar sepanjang sejarah Republik Korea.

Di negara maju seperti Republik Korea di mana spy cam mungkin mudah didapatkan, memang sangat memungkinan bagi laki-laki untuk merekam kegiatan perempuan (dan bahkan laki-laki lainnya) dengan mudahnya. Jadi, saat ke Korea nanti (entah untuk liburan atau bekerja), perhatikanlah sekitar. Siapa tahu kita sedang diawasi spy cam. Jangan sampai bagian tubuh kita jadi konsumsi orang-orang tidak bertanggungjawab di sana.

Komentar 0