Inilah Semua Informasi Pribadi yang Terkumpul Lewat Aktivitas Kita di Facebook

Monica Dian13 Juni 2018
Inilah Semua Informasi Pribadi yang Terkumpul Lewat Aktivitas Kita di Facebook

Fimela.com, Jakarta Skandal Facebook memberi penjabaran nyata betapa jejaring sosial raksasa ini memiliki akses luas terhadap data para penggunanya. CEO Mark Zuckerberg telah secara resmi meminta maaf di hadapan Kongres Amerika. Saat itu, ia mengatakan team-nya akan melakukan tindak lanjut terhadap pertanyaan yang belum dapat dijawabnya. Dan belum lama ini, Kongres telah merilis dokumen berisi jawaban atas pertanyaan tak terjawab tersebut. Isi dokumen ini menyadarkan kita bahwa sebenarnya Facebook serupa dengan ‘mata-mata’ karena dapat merekam semua informasi sekaligus aktivitas kita seperti berikut.

1. Informasi dari komputer, telepon, TV, dan peralatan lain yang terhubung dengan web, serta provider layanan internet dan operator seluler yang kita gunakan.

2. Gerakan mouse pada komputer.

3. Aplikasi dan nama file (bahkan jenis file) di perangkat.

4. Entah browser window yang menampilkan Facebook sedang dibuka atau diminimalkan, Facebook tahu waktu, frekuensi, dan durasi aktivitas kita di sana.

5. Informasi tentang akses Wi-Fi, sinyal, dan cell tower terdekat, juga kekuatan sinyal untuk menentukan lokasi kita berada. Seperti yang dikatakan juru bicara Facebook, “Informasi koneksi seperti IP address or koneksi Wi-Fi dan informasi lokasi spesifik seperti sinyal GPS membantu kami mengetahui posisi pengguna.”

6. Informasi tentang perangkat lainnya yang dekat dan sedang berada pada jaringan yang terhubung Facebook.

7. Sisa daya tahan baterai.

8. Storage space yang tersedia.

9. Plugin yang ter-install.

10. Kecepatan koneksi

11. Pembelian yang dilakukan di situ-situs di luar Facebook.

12. Informasi kontak seperti alamat. Untuk pengguna android, Facebook dapat mengetahui riwayat telepon dan SMS jika perangkat kita disambungkan dengan fitur “people they may know”.

13. Informasi bagaimana pengguna menggunakan fitur kamera Facebook. Juru bicara Facebook menjelaskan, “Untuk menyediakan fitur efek pada kamera, kami menerima apa yang pengguna rekam, kami kirim ke server, dan menyesuaikan filternya.”

14. Lokasi foto atau tanggal sebuah file dibuat melalui metadata file.

15. Informasi melalui setting perangkat, seperti lokasi GPS, kamera, atau foto.

16. Aktivitas online dan offline kita, juga pembelian dari data provider pihak ketiga.

17. ID perangkat dan identitas lainnya seperti dari games, aplikasi, dan akun pengguna.

18. Informasi ketika orang lain share atau komen foto kita, juga mengirim pesan ke kita, termasuk ketika mereka upload, menghubungkan, atau meng-import informasi kontak mereka.

Pada dasarnya, ketika kita memakai Facebook (dan bahkan berada di sekitar orang yang memiliki aplikasi Facebook), di saat itulah Facebook menyimpan semua data dan informasi kita. Sebenarnya sudah jadi hal wajar ketika sebuah jejaring sosial mengamati aktivitas penggunanya. Yang membuat Facebook unik adalah ia mampu menyerap informasi dari semua perangkat dan situs-situs yang kita kunjungi meski kita tidak sedang menggunakan Facebook. Sangat canggih.

Merasa tidak aman menggunakan Facebook? Bisa langsung ikuti aksi #DeleteFacebook. Namun, jika ativitas kita bukanlah sesuatu yang mengundang kecurigaan atau perlu diketahui banyak orang, rasanya akan tetap baik-baik saja menggunakan Facebook untuk sekadar keep in touch dengan rekan atau keluarga, menyimpan galeri foto, atau berbisnis. Dengan adanya kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook ini, kemungkinan besar tak ada kejadian serupa di masa mendatang. Yang artinya, masih cukup aman menggunakan Facebook.

Tag Terkait

Komentar 0