Instagram Meluncurkan IGTV, YouTube Siap Tersaingi

Stanley Dirgapradja21 Jun 2018, 15:00 WIB
IGTV launch, image: the verge

Fimela.com, Jakarta Video adalah masa depan media. Kalimat ini sudah bergaung sejak beberapa tahun terakhir. Cukup terbukti dengan suksesnya YouTube, munculnya ratusan vlogger (video blogger) di seluruh dunia yang menggunakan YouTube sebagai rumah mereka, bahkan sosial media seperti twitter dan Instagram juga sudah memungkinkan para penggunanya untuk meng-upload video. Instagram meningkatkan durasi tampilan video di feed dari 15 detik ke 1 menit. Durasi 15 detik ini masih digunakan untuk fitur Insta Story.

Hari ini, beberapa jam lalu, Instagram meluncurkan fitur baru mereka yang bertepatan dengan pencapaian aplikasi sosial media ini meraih 1 miliar pengguna di seluruh dunia. Fitur baru itu disebut IGTV, Instagram Television. Seperti yang dijelaskan oleh Eva Chen, mantan fashion editor yang kini bekerja di Instagram dan menangani urusan kerjasama fashion, IGTV bisa didapat setelah kita meng-upgrade Instagram ke versi 50 di Apple store. Di aplikasi baru yang dapat diakses melalui aplikasi khusus, juga dari dalam Instagram sendiri itu, pengguna dapat meng-upload video dengan durasi hingga 1 jam. Tapi hanya dalam format vertikal. Ini mungkin menjawab rasa penasaran sebagian orang, bagaimana Instagram akan memfasilitasi kebutuhan penayangan video lebih lama. Bukan hanya1 menit saja. 

Dari beberapa percobaan awal, ternyata belum semua akun dapat menayangkan video dengan durasi panjang. Akun personal rata-rata baru dibatasi sampai 10 menit. Hanya akun-akun media besar, atau mungkin terkenal yang sudah dapat berbagi video durasi lebih lama dari itu. Bahkan, belum semua akun Instagram dapat mengaktifkan IGTV ini.

 

IGTV, image: Instagram press
IGTV, image: Instagram press

Setelah mencoba menikmati IGTV, cukup terasa bahwa fitur terbaru ini dapat menjadi saingan dari YouTube. Lebih praktis karena dapat diakses melalui smartphone. Bisa dioperasikan, bahkan merekomendasikan tayangan ke teman, semudah menggerakkan ujung jari. Yang baru, tentu keharusan membuat video dengan format vertikal yang mungkin akan butuh penyesuaian jika content creator ingin membuat beauty tutorial, misalnya. Selama ini kita sudah terlalu terbiasa dengan format horizontal YouTube. Karena, harus diakui, menonton layar vertikal dan menjadi terbiasa dengannya harus melalui proses internalisasi yang tidak sebentar.

Beberapa orang sangat terkenal di Instagram, tapi mereka susah bertransisi ke YouTube. Beberapa sanggup mempertahankan dan menyeimbangkan jumlah konten di antara kedua platform itu. Akankah para YouTuber merasa terpaksa untuk membuat video khusus dengan format vertikal, demi mensinergikan konten mereka dengan IGTV yang kita belum tahu akan sukses atau tidak?

Tapi yang pasti, saat kita sedang di jalan, sedang traveling jarak jauh, menonton tayangan semacam televisi lewat Instagram tanpa harus membuat layar smartphone secara horizontal memang lebih praktis. Semua dalam genggaman. Pada gilirannya, konten IGTV ini pun kemudian akan dapat dibagikan ke Facebook.

Menurut Bloomberg, IGTV ini punya kemiripan konsep dengan fitur Discover di Snapchat. Dan ini bukan pertama kali Instagram 'meniru' Snapchat. Instagram berhasil membuat Insta Story yang memang jelas-jelas meniru Snapchat, bahkan akhirnya menjadi lebih populer ketimbang Snapchat sendiri.