Secara Psikologis, Ini 6 Alasan dan Solusi untuk Si Penunda Pekerjaan

Stanley Dirgapradja11 Juli 2018
Ilustrasi, image: FIMELA

Fimela.com, Jakarta Alih-alih menjadikan alternatif untuk mengurangi penat, menunda-nunda pekerjaan justru menjadi kebiasaan. Efek negatif? Tidak hanya diri sendiri yang akan merasakan, namun juga orang lain di sekitar. Alexander Rozental, seorang yang meneliti soal menunda pekerjaan juga clinical psychologist di Institut Karolinska, SwedIA, menyatakan bahwa pemicu seseorang untuk menunda pekerjaan adalah harapan, waktu, nilai dan sikap impulsif (plinplan) dimiliki.

Untuk mendapatkan solusi, alasan sikap menunda-nunda pekerjaan harus terlebih dahulu diketahui. Dilansir dari TIME, David Ballard ketua dari American Psychological Association’s Center for Organizational Excellence menyimpulkan, inilah solusi mengatasi sikap menunda-nunda pekerjaan yang terjadi karena 6 alasan yang berbeda:

 

Alasan waktu

Banyak orang yang merasa produktif pada waktu-waktu tertentu saja setiap harinya. Menurut Ballard, buatlah jadwal untuk bekerja di waktu-waktu produktif tersebut. Jangan paksakan diri untuk bekerja pada waktu yang tidak disukai apalagi ketika merasa lelah.

Alasan mudah menyerah

Bahkan seorang yang memiliki titel ‘pegawai terbaik’ pun pasti pernah merasa kesulitan saat bekerja. Kita dapat mengalihkan pikiran sejenak dari pekerjaan agar dapat termotivasi lagi. Tidur yang cukup, olah raga yang rutin, makan makanan yang sehat, juga mengikuti kegaiatan yang dirasa menyenangkan dapat menjadi solusinya. Kegiatan spontan yang juga dapat dilakukan yaitu dengan keluar ruangan selama lima menit untuk mencari udara segar.

Alasan kewalahan atas pekerjaan berat

Perasaan takut gagal dalam melakukan sebuah pekerjaan yang dirasa berat akan membuat orang cenderung menunda-nunda pekerjaan. But show must go on! Kesampingkan rasa takut, kerjakan sedikit demi sedikit maka pekerjaan akan selesai dengan baik.

Alasan berjuang menghadapi sesuatu yang besar

Berjuang menghadapi keadaan tertentu (masalah) dapat membuat seseorang kehilangan fokus. Menunda-nunda pekerjaan dengan alasan seperti ini dapat mempengaruhi aspek penting seperti pekerjaan, sekolah maupun kehidupan sosial. Solusinya, berdiskusilah dengan pihak-pihak yang dirasa dapat membantu, dan membuat termotivasi.

Alasan mudah teralihkan

Ballard menyarankan untuk mengubah lingkungan dan cara bekerja. Lakukanlah dua atau tiga hal dalam waktu bersamaan. Jangan buat ada celah atau waktu yang kosong saat kita bekerja. Hasil yang memuaskan dapat membuat kebiasaan menunda-nunda pekerjaan hilang.

Alasan kepuasan yang tertunda

Pekerjaan yang datang bertubi-tubi terasa menjenuhkan. Namun bukan berarti pekerjaan lebih baik ditunda-tunda. Selipkan kegiatan kerja dengan hal-hal yang menyegarkan pikiran. Cek sosial media, sedikit chit-chat dengan teman. Hati terhibur, pekerjaan selesai!

 

Sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda pekerjaan, bukan?

Writer: Ayudya Annisa

Komentar 0