Riset: Tidak Makan Terlalu Malam Dapat Kurangi Risiko Kanker

Ayudya Annisa19 Jul 2018, 16:25 WIB
Supper

Fimela.com, Jakarta Larangan makan malam identik dengan dampak buruk seperti membuat tubuh menjadi ‘gendut’. Walau begitu, dilansir dari CNN, seseorang yang makan kurang dari jam 9 malam atau dua jam sebelum waktu tidurnya, memiliki lebih rendah 20% risiko terkena kanker payudara dan kanker prostat. Hal tersebut dibandingkan dengan seseorang yang makan di atas jam 10 malam atau waktu jeda setelah makan ke tidur terlalu cepat.

Dr. Manolis Kogevinas seorang peneliti sekaligus profesor di Barcelona Institute for Global Health di Spanyol membuat studi tentang hubungan waktu makan dan gaya hidup terhadap risiko kanker. Studi tersebut menguji fungsi organisme tubuh pada waktu yang berbeda-beda dalam sehari. Studi yang dipublikasikan pada the International Journal of Cancer ini melibatkan 621 penderita kanker prostat dan 1205 penderita kanker payudara, 872 laki-laki dan 1321 peremuan yang tidak terkena kanker (control group) yang dipilih secara acak pada unit kesehatan umum di Spanyol.

Pada studi ini Kogevinas menguji gaya hidup dan jam tidur peserta. Peserta juga melengkapi kuisoner mengenai kebiasaan makan mereka dan ketaatan terhadap saran-saran pencegahan kanker seperti aktivitas fisik dan pembatasan konsumsi alkohol. Penelitian menyatakan bahwa efek dari jarak antara makan malam dan tidur yang panjang lebih terlihat pada mereka yang morning types dengan kanker payudara dan kanker prostat. Sekitar 27% dari pasien kanker payudara mengikuti saran-saran pencegahan kanker dibandingkan dengan 31% dari control group. Hasil yang sama juga ditemukan di kelompok kanker prostat.

Peneliti juga mewawancarai dua grup tersebut dua kali dengan menanyakan apakah aktivitas mereka saat hari kerja dan akhir pekan, dan apa yang kira-kira sudah mereka lakukan selama setahun sebelum didiagnosa kanker atau sebelum wawancara tersebut berlangsung. Hasilnya, 7% dari mereka menyatakan mereka menyantap makanan ringan setelah makan malam.

Penelitian lain juga menyatakan, bahwa makan di malam hari meningkatkan potensi obesitas dan memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini mungkin karena di waktu malam hari tubuh tidak beraktivitas secara maksimal. Ia menambahkan, bahwa tidak tepatnya waktu penggunaan organ pada tubuh dan berkurangnya kemampuan untuk mengolah glukosa mungkin menjadi kemungkinan mekanis yang ada hubungannya dengan makan malam yang membuat risiko kanker.