Sebuah Misi, Menjadikan Jakarta Kota Tanpa Sedotan

Monica Dian16 Agu 2018, 17:15 WIB
sedotan

Fimela.com, Jakarta Setiap membeli minuman, hampir tidak mungkin tidak pakai sedotan plastik. Bagaimanapun sedotan sangat praktis dipakai untuk minum. Namun di balik ukurannya yang kecil dan terkesan tidak berarti, sedotan plastik merupakan ancaman besar bagi lingkungan karena menjadi penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua setelah botol kemasan plastik, yang diikuti oleh bungkus sachet, stereofoam, dan kantong plastik. Bahkan data dari riset Jambeck di tahun 2015 menyebutkan Indonesia ada di peringkat dua sebagai penghasil sampah plastik di laut. Ini sangat serius.

Yang lebih mengkhawatirkan, satu sedotan plastik sulit terurai secara alami. Sedotan plastik ini akan terpecah menjadi micro plastic dan nano plastic. Micro plastic bisa masuk ke dalam sistem pencernaan hewan, terutama ikan di laut karena mereka menganggap remahan plastik ini adalah plankton, bahan makanan mereka. Tubuh ikan yang tercemar plastik kemudian dijadikan makanan untuk dikonsumsi. Ujungnya, plastik itu masuk ke dalam tubuh kita. Oh well, what goes around, comes around.

 

Sampai saat ini sudah banyak gerakan untuk mendorong pengurangan sampah sedotan plastik. Salah satunya dari NES. Brand fashion yang mengolah kain, tenun, dan sutra ini mengampanyekan gerakan “Jakarta Tanpa Sedotan”. Paham akan besarnya dampak buruk benda kecil ini, NES mengajak pelanggan dan sejumlah komunitas untuk menggalakkan kampanye ini melalui sosialisasi, edukasi, tindakan, dan solusi berkesinambungan.

Di press conference kampanye “Jakarta Tanpa Sedotan” pekan ini, Helen Dewi Kirana, desainer NES, mengungkapkan bahwa meski kampanye ini berskala kecil, ia yakin akan sangat berpengaruh. Press conference ini diikuti oleh serangkaian kegiatan sebagai bentuk implementasi kampanye, salah satunya menggelar karnaval "Jakarta Tanpa Sedotan" yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kampanye ini sangatlah sederhana untuk dipraktekkan, semudah tidak pakai sedotan plastik saat minum. Apakah benar-benar tidak bisa pakai sedotan? Tidak, kita dapat mengganti sedotan plastik dengan sedotan reusable yang kini banyak macamnya, antara lain sedotan bambu, sedotan kertas, sedotan acrylic, dan sedotan kaca seperti sedotan produksi NES.

Lalu bagaimana dengan sedotan plastik yang sudah beredar dan bahkan sudah menjadi sampah? Recycle it! NES mengkreasikan sedotan plastik menjadi aksesori pemanis koleksi rancangannya. Eco friendly, and definitely eco fashion! Mari bersama-sama menjaga kebersihan laut dan lingkungan kita dengan mencanangkan aksi kecil #NoStrawMovement ini.