Menurut Diet Keto, banyak makan lemak bantu capai berat tubuh ideal

Monica Dian15 Okt 2018, 17:00 WIB
diet keto

Fimela.com, Jakarta Gemar makan daging tapi tersandung masalah berat badan berlebih? Sepertinya peri diet mengabulkan permintaan kita agar bisa lahap memakan steak favorit tanpa khawatir gemuk. Justru, dengan banyak makan daging, kita berpotensi jadi semakin langsing. Terdengar menyenangkan, bukan? Sambutlah dengan sorak gembira… ini adalah diet Keto!

Diet Keto bukanlah diet baru, namun semakin populer akhir-akhir ini. Pada dasarnya, diet ini menerapkan pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat yang disebut efektif menguras kelebihan berat badan. Tujuan dari diet ini adalah membuat lemak menggantikan kerja karbohidrat sebagai sumber utama energi tubuh. Umumnya, glukosa yang merupakan bentuk lain karbohidrat bekerja sebagai bahan bakar. Ketika konsumsi karbohidrat berkurang, tubuh akan membakar timbunan lemak untuk menjaga tubuh tetap bertenaga. Lemak juga akan diubah menjadi keton pada hati, sehingga memberi suplai energi untuk otak.

Untuk menjalankan diet Keto, kita harus mengonsumsi 75% lemak, 20% protein, dan 5% karbohidrat. Makanan kaya lemak yang dianjurkan, antara lain daging dan semua produk olahannya, telur, ikan (salmon, tuna, makarel), kacang-kacangan (almond, chia, wijen, biji labu), alpukat, minyak zaitun, mentega, keju, dan krim. Sementara itu, kurangilah makanan kaya karbohidrat, seperti nasi, pasta, sereal, umbi-umbian (ubi, kentang, wortel), makanan atau minuman manis, mayonnaise, dan minuman beralkohol. Untuk menjaga kondisi ketosis, disarankan mengonsumsi 20-30 gram karbohidrat per hari.

Diet Keto
Photo: Shutterstock

Ketika diet Keto dijalankan, akan ada beberapa tanda yang terjadi dalam 2 minggu bahwa tubuh kita sedang membakar lemak. Namun tanda-tanda ini akan menghilang saat tubuh telah beradaptasi dengan pola makan ini. Dilansir dari Men’sHealth.com, ahli diet Melanie Boehmer memaparkan tanda-tandanya sebagai berikut:

Tanda-tanda Tubuh Sedang Membakar Lemak Saat Jalani Diet Keto

Mulut dan Keringat Bau

Meski efektif mengecilkan pinggang, sepertinya diet Keto cukup memengaruhi rasa percaya diri. Pasalnya, ketika lemak terbakar, tubuh juga akan memproduksi acetone (sama seperti yang ditemui pada cat kuku). Aroma zat buangan ini akan tercium melalui urine, keringat, dan napas. Jika ditanya seperti apa baunya, kurang lebih seperti buah namun aromanya tidak menyenangkan. Solusinya, bisa sering-sering sikat gigi atau mengunyah permen mint untuk mengatasi bau mulut tak sedap.

Mudah Lelah

Sembari tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan asupan karbohidrat, jangan heran bila kita merasa mudah lelah. Disarankan menghindari aktivitas berat, setidaknya selama 2 minggu. Setelah itu, secara perlahan tubuh mulai berenergi dan kita dapat mulai melakukan olahraga atau latihan fisik lagi.

Sering Kram

Ini disebabkan oleh kekurangan potassium, sodium, dan magnesium akibat kacaunya keseimbangan elektrolit dan mineral dalam tubuh seiring berkurangnya asupan karbohidrat. Kita mungkin dimanjakan dengan berbagai makanan nikmat kaya lemak. Namun jangan lupa imbangi dengan makanan sumber mineral, seperti kacang-kacangan, alpukat, sayuran hijau, dan ikan untuk mencegah kram lebih sering muncul.

Sulit Buang Air Besar

Ada dua penyebabnya. Pertama, tidak mengonsumsi makanan kaya serat, seperti oatmeal yang merupakan makanan tinggi karbohidrat. Kedua, karbohidrat berubah menjadi glikogen yang memiliki kadar air tinggi. Saat asupan karbohidrat berkurang, tidak heran bila rutinitas BAB jadi tak selancar biasa. Sebaiknya iringi dengan konsumsi makanan berserat, seperti brokoli, kol, dan sayur-sayuran hijau.

Untuk meminimalisir efek samping seperti di atas, sebaiknya kita konsisten menjalani diet ini. Namun, kita juga perlu mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan tubuh sebelum menerapkan diet Keto. Jika perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Lanjutkan Membaca ↓