Ritual yang perlu dilakukan agar hari-harimu selalu bahagia

fitriandiani08 Okt 2018, 13:30 WIB
Ritual di balik kesuksesan

Fimela.com, Jakarta Mendengar kata ritual mungkin akan membuatmu terbayang sesuatu yang monoton, dilakukan berulang-ulang, dan membosankan. Faktanya, hal tersebut tak sepenuhnya benar. Sebab ritual jugalah yang berperan besar menciptakan hari yang bahagia.

Olahraga di pagi hari, meditasi, bercengkerama dengan keluarga, itu semua mungkin hal yang dianggap biasa. Namun sebenarnya kegiatan tersebut bisa memberikan dampak baik secara fisik maupun kesehatan mental. "Tak peduli kecil atau besar, ritual akan menambahkan makna dalam hidup," ujar Life Coach dan Co-President of Handel Group Life Coaching Laurie Gerber mengutip dari Live Strong.

Sayangnya, banyak orang seringkali lupa memandang ritual sebagai 'tugas sakral' yang membantu kita merasa jadi diri sendiri. Lebih jauh lagi, ritual bahkan dapat membawa seseorang menuju kesuksesan.

Seperti apa ritual yang perlu dipertahankan? Simak penjelasannya di bawah ini:

Menikmati quality time

Quality time sangat penting bagi semua orang, tak peduli tua atau muda. Bentuk quality time juga beragam dan berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi Laurie Gerber, quality time versinya adalah meditasi 10 menit tiap hari, sarapan dengan anak-anaknya, dan saat ia menghabiskan waktu untuk cuddling dengan suami.

Menambah quality time di keseharian akan menjadi dasar kebahagiaan dan produktivitas. Mulailah dengan membuat daftar hal-hal yang membahagiakan dan petakan bagaimana bisa melakukan hal-hal tersebut lebih banyak selama seminggu.

 

Membuat rencana

Buat to do list harian
Jadikan membuat to do list harian sebagai ritual agar harimu lebih terencana. (Foto: unsplash.com)

Hari yang menyenangkan tidak terjadi begitu saja, tapi harus direncanakan. Misal, sebelum tidur bayangkanlah apa yang diinginkan untuk esok hari. Ini akan membuatmu menyambut hari dengan penuh percaya diri dan itu sudah termasuk hal yang baik.

Atur waktu

Banyak yang bilang orang dewasa takkan punya waktu yang cukup untuk menikmati hidupnya. Antara pekerjaan dan keluarga, misal. Dua hal penting itu seakan saling menuntut diprioritaskan sehingga seringkali diasumsikan untuk 'dikorbankan' salah satunya.

Padahal, yang sebenarnya harus dilakukan hanyalah mengatur waktu. Seberapa lama target waktu menyelesaikan satu pekerjaan. Dengan begitu semua akan lebih terjadwal dan tak perlu ada yang dikorbankan.

Kerjakan yang sulit di awal

Kerjakan semua pekerjaan sulit di awal
Mengerjakan pekerjaan yang sulit di awal akan meringankan beban lain seharian. (Foto: unsplash.com)

Sesuatu yang dipikir akan sulit untuk dilakukan, atau sekiranya memiliki beban lebih besar dibanding yang lain; lakukan paling awal sebelum yang lainnya. Pagi hari adalah waktu yang baik. Pagi hari juga waktu yang tepat untuk mengasah kreativitas dan mencari motivasi untuk seharian nanti.

Jaga hubungan dengan orang-orang di sekitar. Dengan keluarga, pasangan, rekan kerja, pastikan hubungan yang baik dan intim telah tercipta. Sebab tak peduli seberapa mulus ritual tersebut terencana, jika hubungan dengan orang-orang terdekat tidak terbangun dengan baik; hari-hari akan terasa menyebalkan juga.

Jangan katakan tak ada waktu untuk itu semua, jika ingin hari yang menyenangkan, ciptakanlah waktu untuk melakukannya.

Lanjutkan Membaca ↓