5 manfaat matcha, terbaik di antaranya bantu lawan kanker

Novi Nadya10 Okt 2018, 08:30 WIB
Matcha

Fimela.com, Jakarta Matcha masih menikmati masa kejayaannya. Kandungan antioksidan tinggi di dalamnya menjadi salah satu pendongkrak pamor matcha yang digilai banyak orang.

Apakah sebatas kandungan antioksidan yang akhirnya membuat matcha ramai-ramai dipakai produk kesehatan dan kecantikan? Menurut Founder OMGTea dan Healthy Life Foundation Katherine Swift yang menyebut matcha sebagai champagne teh hijau banyak manfaat yang dirasakan setelah minum matcha.

"Jika kamu minum teh hijau untuk manfaat kesehatan, minum matcha berpotensi merasakan efek jangka panjang yang jauh lebih baik," ujarnya.

Ukuran lain yang dipakai adalah alasan orang Jepang tercatat sebagai penduduk paling sehat di dunia karena mengonsumsi matcha selama 800 tahun. Menurut Swift, orang Jepang hidup lebih lama daripada penduduk di negara lain. Ada kira-kira 69.785 orang berusia setidaknya 100 tahun di Jepang menurut data dari Kementerian Kesehatan Jepang.

Para peneliti dari Barat baru saja mulai mempelajari matcha dan sejauh ini menemukan beberapa manfaat berikut, melansir dari sheknows, Rabu(10/10).

 

 

 

1. Matcha meningkatkan kesehatan jantung

Matcha
Matcha (Unsplash)

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Beberapa penelitian menemukan minum teh hijau dapat membantu melindungi penyakit jantung.

Misalnya, sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan konsumsi teh hijau berkorelasi dengan tingkat kolesterol LDL (jahat) yang lebih rendah. Selain itu, pada 1997 menunjukkan teh hijau juga dapat membantu mencegah oksidasi kolesterol LDL.

Bahkan, korelasi ditemukan antara matcha dan tingkat trigliserida yang lebih rendah, sejenis lemak yang ditemukan dalam darah yang dapat berkontribusi pada pengerasan arteri atau penebalan dinding arteri.Terburuknya akan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung menurut Mayo Clinic.

2. Matcha meremajakan kulit

Berkat sifat detoksifikasi, matcha dapat mengeksfoliasi dan melembapkan kulit. Misalnya, kandungan klorofil, yang melindungi daun dari matahari dan memberi warna hijau. Klorofil juga memberi manfaat untuk membersihkan kulit dari racun dan melindunginya dari bahan kimia yang dapat membuat kulit rentan terhadap noda dan perubahan warna.

Juga epigallocatechin gallate memerangi penumpukan bakteri, yang dapat membantu menangkal jerawat.

Sebuah penelitian pada tahun 2011 pada wanita berusia 40 hingga 65 tahun menunjukkan mereka yang minum teh hijau memiliki kulit kemerahan 25 persen lebih sedikit dalam reaksi terhadap radiasi UV. Kulit mereka juga lebih elastis, halus dan lembap dibandingkan dengan peminum non-teh.

3. Matcha membantu melawan kanker

Matcha
Matcha (Unsplash)

Antioksidan paling dominan dari matcha adalah epigallocatechin gallate, yang secara khusus terbukti memiliki sifat antikanker yang kuat. Studi menunjukkan bahwa EGCg dapat mengganggu beberapa proses yang terlibat dalam replikasi sel, menyebabkan kematian sel tumor (apoptosis), menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center.

"Kombinasi dari semua phytochemical yang ada dalam teh hijau lebih baik daripada mengisolasi bahan tunggal," kata profesor Michael Lisanti dari University of Salford kepada SheKnows.

Lisanti dan timnya dari Pusat Penelitian Biomedis menggunakan fenotipe metabolik pada garis sel kanker payudara, dan mereka menemukan jika matcha “menggeser sel-sel kanker menuju keadaan metabolik yang tenang.” Hal itu benar-benar menghentikan penyebaran pada konsentrasi rendah (0,2 miligram per mililiter).

Sebuah studi tahun 2018 dari Universitas Salford di Inggris menyimpulkan matcha dapat menghambat penyebaran sel induk kanker secara alami, jadi aman bagi pasien.

4. Matcha meningkatkan metabolisme & mempertahankan energi

Legenda menceritakan para prajurit Jepang abad peretengahan dan modern awal minum teh hijau matcha sebelum pertempuran karena sifat energinya. Bahkan, sebuah artikel un ta2015 yang diterbitkan dalam jurnal Psychopharmacology menemukan L-theanine pada matcha benar-benar mengubah efek kafein yang berkelanjutan.

"Kafein di matcha mengaitkan L-theanine, asam amino, dan menghasilkan pelepasan energi berkelanjutan selama tiga hingga enam jam tergantung pada fisiologi."

Meski kurang dari secangkir kopi, kafein dalam matcha (30 hingga 35 miligram per gram) dapat meningkatkan metabolisme. Sebuah studi tahun 2005 dari Laval University di Kanada menemukan suplemen yang mengandung ekstrak teh hijau dapat secara signifikan meningkatkan energi 24 jam.

5. Matcha meningkatkan memori & konsentrasi

Matcha
Matcha (Unsplash)

Biksu Buddha Jepang telah lama mengonsumsi matcha sebagai sarana untuk memfasilitasi relaksasi selama meditasi. Itu sebagian besar karena L-theanine, yang terbukti menghasilkan relaksasi.

Sebuah studi Universitas Wageningen (Belanda) 2017 menemukan, mengkonsumsi matcha meningkatkan fokus dan memori. Penelitian lain dari Universitas Monash Australia pada 2006, menunjukkan L-theanine juga memproduksi dopamine dan serotonin, yang juga berfungsi untuk meningkatkan suasana hati, memori, dan konsentrasi.

Jadi, saat membutuhkan kafein, bisa beralih memilih matcha daripada kopi, tubuh pasti mengucap terima kasih!

 

 

Lanjutkan Membaca ↓