1.000 Mama Muda Milenial dan kebiasaan hubungan seks pasca-melahirkan

Novi Nadya17 Nov 2018, 10:00 WIB
Seks setelah melahirkan (iStock)

Jakarta Saat kehadirkan anak atau durasi hubungan seks pasangan suami istri mengalami penurunan karena banyak faktor. Terutama istri yang lebih sering kelelahan karena energinya yang sudah habis mengurus anak. 

Namun hal itu tidak ditemukan dalam hasil survei pertemuan tahunan Academy of Neurology tahun 2017 seperti melansir popsugar. Penelitian yang mensurvei 1.000 mama muda berusia antara 22-37 tahun mempunyai hasil yang mengejutkan.

Para mama muda milenial tersebut mengaku berhubungan seks beberapa kali seminggu. Dengan rincian 18,9 persen mama muda berhubungan seks lebih dari tiga kali per minggu, 29,2 persen mengatakan tiga kali per minggu, dan 25,7 persen melakukannya sekali per minggu.

Selebihnya 13,3 persen menjalani hubungan seks kurang dari satu kali setiap bulan. Faktor utama yang menghalangi mama muda berhubungan seks, lebih dari 42 persen responden mengaku sedang lelah. Sebab para istri lebih cenderung menderita kurang tidur ketimbang suami.

 

Seks pascamelahirkan sama atau lebih baik

Seks setelah melahirkan (iStock)
Ilustrasi seks setelah melahirkan (iStockphoto)

Kesepakatan lainnya yang berhasil didapat dari penelitian tersebut adalah 73,9 persen wanita yang disurvei percaya seks pascamelahirkan adalah sama bahkan lebih baik daripada sebelumnya.

Jadi, kecemasan menurunnya frekuensi berhubungan seks pascamelahirkan dari istri tak diperlukan lagi. Sebab menurut aplikasi jejaring sosial Peanut banyak yang masih beranggapan istri tak lagi menikmati seks setelah menjadi ibu.

Menurut survei yang dilakukan Peanut, 61 persen mama muda mengungkapkan mereka ingin memiliki lebih banyak hubungan seks.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓