Menuju Negara Ramah Lansia, Indonesia Adakan Kampanye Alzheimer

Fimela23 Sep 2014, 10:30 WIB
Copyright by dok.alzheimers

Banyak orangtua sekarang memiliki masalah dengan ingatan mereka dan beberapa bahkan memiliki gangguan syaraf otak seperti Alzheimer. Nah, gerakan peduli Alzheimer yang telah bergulir sejak 2013 lalu, sepertinya mulai membuahkan hasil nyata dengan dimulainya Rencana Nasional Pencegahan Demensia oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini sekaligus menjadi ajang dicanangkannya Jakarta sebagai Kota Ramah Lansia oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada pertengahan tahun ini.

Hal inilah yang ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Asisten Sekretaris Daerah DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Bambang Sugiyono dalam Jalan Sehat

Peduli Alzheimer yang bertajuk Jangan Maklum Dengan Pikun

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, menyatakan penderita penyakit Alzheimer terus meningkat setiap tahunnya. Selain melakukan sosialisasi ke daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Alzheimer, pemerintah pusat sedang menyusun rencana nasional Pencegahan Demensia.

“Siapa pun yang menjadi Menteri Kesehatan nanti, Rencana Nasional untuk Pencegahan Demensia Alzheimer harus dilakukan melalui pendekatan multi-sektoral. Ini bukan kerja sendiri dan semua harus turun tangan,” katanya di sela-sela acara Jalan Sehat Peduli Alzheimer 2014 lalu.

Walk alzheimers Indonesia/ Copyright by dok.alzheimers

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di pertengahan tahun ini telah mendukung terwujudnya ibukota Jakarta sebagai Kota Ramah Lansia. Pemerintah Propinsi DKI Jakarta akan mempersiapkan infrastruktur yang menunjang kegiatan sehari-hari warga Jakarta yang lanjut usia, seperti ditegaskan oleh Asisten Sekretaris Daerah DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Masyarakat Bambang Sugiyono.

“Bapak Wakil Gubernur sudah memberikan mandat bahwa pemerintah propinsi DKI Jakarta harus memulai mempersiapkan fasilitas umum dan infrastruktur yang memudahkan para lansia. Gedung-gedung harus membuat jalur landai untuk memudahkan mobilitas para lansia yang menggunakan kursi roda,” ujar Bambang.

“Kita memulai pembangunan ini dari sekarang. Kita harus siap. Jangan sampai kegiatan mereka terhambat karena tidak adanya infrastruktur yang menunjang,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia, DY Suharya, menyatakan bahwa ALZI dengan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah pusat dan daerah, pihak swasta dan lembaga non-profit, Indonesia akan menjadi Negara Ramah Lansia. Partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah terus meningkat sehingga Kampanye Bulan Alzheimer Dunia tahun ini juga dilaksanakan di Bandung, Semarang, Yogyakarta dengan melaksanakan Jalan Sehat Peduli Alzheimer.

Copyright by dok.alzheimers
“Pak Ganjar dan Pak Sri Sultan telah menyatakan dukungannya untuk hadir dalam Jalan Sehat di Semarang pada 24 September 2014 dan di Yogya pada 12 Oktober. Sementara di Bandung akan ada seminar, senam dan angklung di Pendopo Walikota Bandung tanggal 27 September 2014 yang direncanakan akan dihadiri oleh Walikota Bandung, Pak Ridwan Kamil. Kehadiran semua Pemimpin Daerah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi resiko terserang Alzheimer,” ujar DY Suharya.

Menurutnya, semakin banyak kepala daerah yang bergabung mendukung gerakan global peduli Alzheimer, maka masyarakat akan semakin mudah mendapatkan sosialisasi untuk menurunkan resiko terkena Alzheimer.

Jalan Sehat Peduli Alzheimer serentak dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk memperingati bulan Alzheimer sedunia yang jatuh setiap September. Mulai pukul 06.00 WIB, ratusan masyarakat berpakaian ungu berjalan kaki sepanjang jalan Sudirman, Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan Alzheimer dan demensia.

Dalam kesempatan ini, publik juga dapat melakukan deteksi dini Alzheimer dan mempelajari senam gerak latih otak secara gratis. Di kesempatan lain, Alzheimer's Disease International atau ADI akan meluncurkan Laporan Alzheimer Dunia dengan judul Demensia dan Pencegahan Resiko Analisa Faktor- Faktor yang Dapat dan Tidak Dapat Dikelola, yang disusun oleh tim peneliti di bawah pimpinan Professor Martin Prince dari King’s College London.

Nah, Anda juga jangan ketinggalan untuk sadar akan bahaya Alzheimer dan pencegahannya ya Ladies.

(vem/yun/feb)