Tips Menghindari Kekerasan dalam Pacaran

Annissa Wulan05 Des 2018, 16:30 WIB
Ilustrasi hubungan cinta

Fimela.com, Jakarta Ketika berbicara tentang pacaran, tidak semua hal membuat senang dan bahagia. Banyak orang, entah disadari atau tidak, ternyata mengalami kekerasan dalam pacaran.

Jangan salah, kekerasan dalam pacaran tidak harus tentang fisik, psikis juga sangat berpengaruh terhadap jalannya hubungan. Melalui percakapan yang dilakukan oleh tim Fimela bersama Nike Nadia, inisiator dari HelpNona.com, website komunitas untuk membantu korban dari kekerasan dalam pacaran, kekerassan psikis jauh lebih berbahaya, karena terkadang korban tidak mampu merasakan dan membedakannya.

HelpNona sendiri sebenarnya dimulai dari tulisan-tulisan Nadia, yang kemudian dikumpulkan dalam sebuah website. Sampai saat ini, HelpNona juga aktif membuat workshop offline sesuai dengan kebutuhan pengikutnya.

Masalah kekerasan dalam pacaran yang paling umum ditemukan adalah pasangan posesif, pencemburu, dan menghadapi mantan yang mengganggu, benar? Namun jangan khawatir, Nadia dan Fitriani, anggota HelpNona yang telah bergabung sejak tahun 2017 memberikan beberapa tips untuk dapat menghindari kekerasan dalam pacaran.

 

2 of 2

Tips menghadapi kekerasan dalam pacaran

Ilustrasi hubungan cinta
Ilustrasi hubungan cinta. Sumber foto: unsplash.com/Matthew Fassnacht.

Hal utama yang harus dipahami adalah kekerasan dalam pacaran tidak selalu terjadi saat hubungan berlangsung. Pola kekerasan ini juga bisa terjadi ketika hubungan akan atau sudah berakhir sekalipun, melalui interaksi mantan yang mengganggu, misalnya.

Jika ini terjadi, pastikan bahwa hubungan tersebut telah benar-benar selesai. Jika mantan masih juga mengganggu, coba hindari dari media sosial.

Jika masih tidak juga tidak berhasil, ajak bertemu, tanyakan alasannya, dan tegaskan bahwa masing-masing sudah memiliki kehidupan yang lain. Hal penting lain yang harus dilakukan ketika menghadapi kekerasan dalam pacaran adalah membangun support system dari orang-orang di sekitar.

Lantas, bagaimana jika diri sendiri atau pasangan adalah seseorang yang posesif atau pencemburu? Mengenali karakter pencemburu dan posesif adalah langkah awal yang harus dilakukan.

Kemudian, saling berdiskusi. Diskusikan batasan satu sama lain, agar hubungan berjalan nyaman ke depannya.

Ingatlah, bahwa cinta seharusnya adalah perasaan bahagia berada di dalam sebuah hubungan dengan orang lain. Jangan salah mengartikan cemburu dengan rasa cinta.

Lanjutkan Membaca ↓