Wulan Guritno Ungkap Cara Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan

Meita Fajriana05 Des 2018, 11:30 WIB
[Fimela] Wulan Guritno

Fimela.com, Jakarta Kampanye kekerasan terhadap perempuan sedang marak dilakukan berbagai kalangan. Tidak terkecuali public figur, Wulan Guritno. Wulan yang juga pernah mengalami hal tidak menyenangkan ini, aktif dan mengkapanyekan anti kekerasan terhadap perempuan.

Melalui kegiatan EnamBelas Film Festival, Wulan Guritno menyuarakan bahwa para perempuan harusnya berani berbicara dan jangan diam. Wulan Gurito ikut mengambil peran dalam gerakan anti kekerasan terhadap perempuan ini.

EnamBelas Film Festival ini akan menjadi wadah untuk berdiskusi dan curhat para perempuan yang mengalami kekerasan berbasis gender dan seksualitas. Menjadi tempat dan zona aman bagi para perempuan yang tidak berani bersuara akan kekerasan yang dialaminya.

"Campaign ini penting supaya teman-teman kita yang tidak bersuara dan memendam, bisa mengakibatkan efek jangka panjang terhadap mentalnya. Dan jika terus dipendam mereka bisa hidup dalam unhealth life," kata Wulan Guritno kepada Fimela, Selasa (4/12).

Melalui gerakan ini, Wulan Guritno mengajak para perempuan untuk tidak takut dan berani menyuarakan isi hati mereka. Menurut Wulan, biasanya perempuan diam dan menutup diri itu karena dua alasan malu dan takut.

"Malu biasanya karena kasian keluarga, malu akan berakibat pada pekerjaan dan banyak hal sehingga dipendam sendiri. Bisa juga takut ceritanya tidak dipercaya dan lain hal sehingga berat untuk menceritakannya," tambah Wulan.

 

2 of 2

Melawan rasa malu dan takut

[Fimela] Wulan Guritno
Media visit pemain film Silam (Windy Sucipto/Fimela.com)

Hal pertama untuk melawan rasa malu dan takut ini adalah rasa sayang kepada diri sendiri. Pada saat kita sayang pada diri sendiri, kita ingin diperlakukan adil.

Kita tidak ingin perempuan lain juga mengalami hal yang sama. Pikiran ini yang harus dikunci pada hati dan pikiran saat ada rasa malu dan takut tersebut.

"Kita harus ingat, bahwa kita harus sayang diri sendiri, pada saat itu kita juga sayang perempuan lainnya, agar hal ini tidak terjadi lagi pada diri kita dan orang lain. Sehingga tidak lagi malu dan takut lagi bersuara," kata Wulan.

Menurut Wulan, perempuan juga harus saling bahu-membahu untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan ini. Dengan mengingat bahwa apapun yang kita lakukan, selain menyelamatkan diri sendiri, juga menegakkan keadilan untuk perempuan-perempuan lainnya.

"Jadi stop kekerasan terhadap perempuan!," tutup Wulan Guritno.

Lanjutkan Membaca ↓